Wali Kota Cilegon Akui Banyak PR

Edi Ariadi, Wali Kota Cilegon.*

CILEGON, (KB).- Wali Kota Cilegon Edi Ariadi angkat bicara soal mandegnya capaian target Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021. Edi mengakui jika hal tersebut berupakan pekerjaan rumah (PR) terberat.

Ditemui seusai mengikuti istigasah di Masjid Nurul Iman, Komplek Kantor Wali Kota Cilegon, Senin (27/4/2020), Edi mengatakan jika RKPD pada RPJMD 2016-2021 tidak akan tercapai. Mengingat minimnya sisa waktu yang ada, membuat program-program prioritas sulit tercapai.

“Itu memang PR terberat, mudah-mudahan Dewan dan masyarakat mengerti,” katanya.

Secara global, tutur dia, progress-progres pembangunan di Kota Cilegon memang terganggu. Namun begitu, ia optimistis jika Pemkot Cilegon dapat mengejar ketertinggalan jika wabah covid-19 selesai.

“Terkait pembangunan menyeluruh, memang sedikit mandeg. Tapi Insya Allah, kalau sudah habis corona, pembangunan lanjut terus,” ujarnya.

Baca Juga : 21 Tahun Kota Cilegon: PR Menumpuk, Target RPJMD Amburadul

PR lain yang belum terselesaikan diluar RKPD tidak lain terkait lahan Komplek Kantor Wali Kota Cilegon dan Gedung DPRD Kota Cilegon yang masih berstatus lahan PT Krakatau Steel (KS). Ditanya terkait itu, Edi mengaku siap diusir. “Kalau diusir kami pindah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon Ratu Ati Marliati mengatakan, isu pengangguran tidak kalah berat untuk Kota Cilegon. Katanya, hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama.

“Ini tidak bisa dipikul hanya oleh Pemkot Cilegon. Tapi banyak stakeholder lain yang ikut berperan,” ucapnya.

Menurut Ratu Ati, wabah Covid-19 menambah parah isu pengangguran di Kota Cilegon. Karena itu, ia mengajak kepada masyarakat untuk sama-sama berdoa atas keselamatan Kota Cilegon dari wabah yang tengah melanda.

“Ini butuh doa bersama, mudah-mudahan wabah ini cepat berlalu,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here