Selasa, 25 September 2018

Wali Kota Baru Diminta Realisasikan Pembangunan Masjid Agung Kota Serang

SERANG, (KB).- Walikota Serang, Tubagus Haerul Jaman meminta Wali Kota dan Wakil Wali Kota baru merealisasikan pembangunan Masjid Agung Kota Serang yang akan dibangun di Alun-alun Barat Kota Serang. Sebab, proses peletakan batu pertama rencana pembangunan Masjid Agung secara resmi telah dilakukan, Kamis (13/9/2018).

Peletakan batu pertama tersebut secara bergantian, oleh Jaman dan Wakil Wali Kota Serang, Sulhi Choir. Kemudian dilanjutkan oleh para pejabat dan ulama yang menghadiri acara tersebut. Peletakan batu pertama dilakukan tepat di depan Pancaniti Alun-alun Barat Kota Serang.

“Saya harap pembangunannya akan diteruskan oleh Wali Kota yang baru sampai selesai, sehingga akan jadi masjid kebanggaan semua, kebanggaan masyarakat Kota Serang,” kata Jaman kepada wartawan seusai menghadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriyah/ 2018 Miladiyah dan Peletakan Batu Pertama Rencana Pembangunan Masjid Agung Kota Serang di Alun-alun Barat Kota Serang.

Dia mengatakan, aspirasi pembangunan Masjid Agung Kota Serang sebenarnya telah lama disampaikan oleh masyarakat kepada Pemkot Serang, bahkan saat ia masih menduduki posisi Wakil Wali Kota Serang mendampingi Bunyamin yang merupakan Wali Kota Serang pertama saat itu. Setelah ia mencalonkan diri sebagai Wali Kota bersama Sulhi, pembangunan Masjid Agung Kota Serang pun dimasukkan dalam janji kampanye. Tetapi karena ada banyak pembangunan prioritas, Masjid Agung baru diinisiasi pada akhir masa jabatannya.

“Sebelumnya kan kami ada pembangunan lain yang prioritas seperti pembangunan RSUD, jadi tidak masalah rencana pembangunan Masjid Agung terlambat daripada tidak sama sekali,” tuturnya.

Jaman memastikan keberadaan masjid agung tidak akan mengurangi ruang terbuka hijau di alun-alun, bahkan fungsinya akan lebih banyak. Di sekeliling masjid masih bisa dijadikan sebagai tempat olahraga dan aktivitas lainnya. “Kemacetan juga akan berkurang. Selain itu RTH juga tetap ada sekaligus sarana olahraganya,” ujarnya.

Sementara itu Asda II Kota Serang, Poppy Nopriadi mengatakan momen pembangunan Masjid Agung Kota Serang akan dijadikan sebagai penataan secara menyeluruh areal alun-alun untuk mengatasi kesemrawutan, kemacetan dan masalah lainnya yang selama ini kerap tidak terpecahkan. Ia menjamin fungsi alun-alun sebagai RTH dan sarana interaksi sosial tidak akan hilang dengan adanya Masjid Agung. Bahkan dengan adanya Basement akan mampu menampung kendaraan sehingga bisa menjadi solusi parkir dan kemacetan.

“Setelah jadi nanti tidak ada lagi parkir di atas, tapi di basement. Ada juga sekretariat dan perkantoran, bahkan pusat kuliner jajanan khas Serang yang halal di basement,” ujar Poppy

Menurutnya, meski sudah peletakan batu pertama, namun ia memperkirakan pembangunan fisik baru bisa dilakukan pada semeter kedua tahun 2019. Selama pembangunan belum dimulai maka Alun-alun Barat masih bisa digunakan untuk kegiatan keseharian dan acara pemerintahan. “Kalau kami sih pengennya secepatnya dibangun. Tapi paling dua atau tiga tahun,” katanya.

Dia menjelaskan, selama ini masyarakat muslim Kota Serang sudah cukup bersabar tidak memiiki tempat ibadah yang refresentatif. Padahal, usulan Masjid Agung Kota Serang sudah dilayangkan masyarakat sejak tahun 1960-an. Di tengah kebutuhan pembangunan yang lain, Pemkot Serang juga prioritaskan pembangunan spiritual yang tidak hanya non fisik tetapi juga fisik seperti Masjid Agung.
“Masyarakat muslim Kota Serang sampai saat ini belum punya masjid yang refresentatif. Masjid yang ada selama ini masih milik perorangan, bukan milik Pemkot Serang,” katanya.

Ketua MUI Kota Serang, KH Mahmudi menyambut baik rencana pembangunan Masjid Agung Kota Serang. Ia berharap masjid akan mempersatukan umat Islam, karena itu pembangunannya harus diteruskan oleh walikota selanjutnya. “Ini supaya menghilangkan transaksi dongdot rojali atau rombongan jablay liar yang sering mangkal di alun-alun,” ucapnya.

Rencana pembangunan masjid agung di Alun-alun Barat Kota Serang menjadi viral di media sosial. Sejumlah tokoh Banten menanggapinya beragam.  Di grup Whatsapp Penulis Kabar Banten, Khatib Mansur menyatakan, logika berpikir Asda II Pemkot Serang, H. Poppy Nopriadi justru paradoks. Ia menyatakan, jika FS dan DED belum ada sudah dibangun, maka pembangunan masjid raya ini melanggar aturan? Pernyataan itu justru menabrak aturan, karena FS dan DED belum ada sudah mendahului peletakan batu pertama.

Peletakan batu pertama, kata Khatib, sudah tahap awal pembangunan. Mendahui. Lagi pula, Kota Serang ke depan akan makin rumit dengan kondisi lalu lintas kota dan ruang publik terbuka yang menyehatkan.

“Lokasi masjid raya sebaiknya cari lakasi lain, tak harus di Alun-alun,” tulisnya.

Khatib meminta pemkot mengadakan polling pendapat. Jika mayoritas rakyat Kota Serang tidak setuju, jangan dipaksa. Warga Kota Serang bangga punya masjid raya, tapi jangan merampas hak kesehatan rakyat. Alun-alun adalah hak rakyat untuk hidup sehat yang dilindungi UU.

Sementara Martha Roesmana mempertanyakan, apakah tidak ada alternatif tempat lain yang memang masjid raya ini akan menjadi pusat peradaban Islam di kota Serang? Misal, Taktakan, Walantaka, atau di mana pun, asal jangan di alun-alun. Akan semakin sulit warga Kota Serang mendapatkan tempat yang nyaman untuk berkumpul bersama keluarga atau masyarakat lainnya.

Tokoh masyarakat lainnya, Machdum Bachtiar, menulis Alun-alun Kota Serang yang sumpek akan semakin sumpek dan kehilangan RTH. Selanjutnya, ya terserah anda. Kita mestinya mempertahankan wajah Alun-alun Kota Serang sebagai warisan budaya dan sejarah.

Pendapat lain dikemukakan Ustaz Suparta. Ia menulis, tapi dipikir-pikir sepertinya lebih bagus dibangun masjid daripada buat acara yang tidak-tidak. Smga adanya masjid di alun-alun tidak ada atau meminimalisasi kemaksiatan. (Masykur)*


Sekilas Info

Pilpres 2019, Balad Jokowi Fokus Pemenangan Jabar-Banten

SERANG, (KB).- Relawan Balad Jokowi fokuskan meraih kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin diwilayah Jawa Barat dan Banten pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *