Wakil Presiden Resmikan PR TV

BANDUNG, (KB).- Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Muhammad Jusuf Kalla (JK) meresmikan PR TV di Hotel Savoy Homann Bidakara, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Minggu (17/3/2019).

Pada acara tersebut hadir pula Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum,‎ Direktur Utama Pikiran Rakyat Perdana Alamsyah, Direktur Bisnis Januar P Ruswita, Direktur Operasional Pikiran Rakyat Kartono Sarkim, Komisaris Pikiran Rakyat, Haris Darmawan, Komisaris Utama PR TV Witjaksono, Direktur PR TV Muhammad Oki, Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat Noe Firman Rachmat, Pemimpin Redaksi PR TV Imam JP, dan Chief Operating Officer PR TV Herman Yamashita.

Hadir pula Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko, Kapendam III/Siliwangi Letnan Kolonel Infanteri F.X Welliyanto dan para perwira menengah di jajaran Kodam III/Siliwangi dan Polda Jawa Barat.

Jusuf Kalla mengatakan, Pikiran Rakyat sebagai salah satu media terkemuka, memiliki sejarah yang panjang. Bahkan Pikiran Rakyat pernah menjadi media yang menginspirasi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Di Jawa Barat (Jabar) ada Pikiran Rakyat, di Yogyakarta ada Kedaulatan Rakyat, dan Sulawesi ada Pedoman Rakyat, meski Pedoman Rakyat kini sudah tidak ada. Media-media itulah yang menjadi penyambung lidah rakyat,” kata Kalla.

JK memaparkan pada beberapa dekade lalu media, ini tidak sebebas sekarang. Saat itu, jika media bertentangan dengan pemerintah, media tersebut bisa langsung ditutup. “Sekarang media bisa menyampaikan berita secara bebas dan objektif,” ujarnya.

JK mengatakan, sesuai dengan tuntutan zaman, media cetak perlu melengkapi diri dengan berbagai platform berita lainnya. Kini berita mudah diakses melalui media daring dan TV streaming. “Semua informasi itu bisa diperoleh melalui telefon seluler, informasi yang didapat pun adalah yang paling aktual,” ucapnya.

Menurut JK, media kini tidak hanya membahas berita atas peristiwa yang lalu. Namun berita menyangkut prediksi masa depan pun menjadi bahasan menarik. Media memiliki analisis yang mendalam dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan bagi kepentingan masyarakat. Oleh karena itu pihaknya berharap media sebagai salah satu pilar demokrasi selalu menjaga objektivitas. “Media sebaiknya berdiri di posisi netral,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyatakan dengan hadirnya PR TV platform media Pikiran Rakyat semakin lengkap. Karena sebelumnya Pikiran Rakyat memiliki media cetak, radio (PRFM) dan media daring.

“Saya berharap media tidak membuat berita sepotong-sepotong karena berita sepotong-sepotong bisa menimbulkan fitnah. Apalagi kini berkembang pula media sosial,” ujarnya.

Uu pun berharap‎ PR TV dapat menyajikan informasi yang lengkap kepada masyarakat selain menyampaikan pesan dari pemerintah.

Uu pun menilai pada era globalisasi ini peran media sangat dibutuhkan untuk menunjang pemenuhan kebutuhan akan informasi. Uu pun berharap PR TV mampu menjadi media yang bisa menyatukan umat. “Jadi kita jangan sampai terpecah belah oleh berita hoaks,” ucapnya.

Direktur Utama Pikiran Rakyat, Perdana Alamsyah pun menyatakan PR TV dapat menjadi penghubung aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Selain PR TV juga berusaha menyajikan pengetahuan dan informasi terkini bagi masyarakat.

“Kami juga berharap kaum milenial yang haus informasi dapat menjadi bagian dari PR TV. Seperti yang kami rencanakan jurnalisme warga (citizen journalism) menjadi salah satu bagian yang akan ditampilkan di PR TV ini, selain berita peristiwa dan informasi dari pemerintah,” ucapnya.

Perdana Alamsyah pun ‎berharap masyarakat menjadikan PR TV menjadi salah satu opsi untuk mendapatkan informasi. “Semoga PR TV bisa menjadi ‎salah satu bagian dari perjalanan demokrasi di Indonesia. Kami jamin PR TV akan memberikan informasi secara objektif,” ujarnya. (Mochamad Iqbal Maulud/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here