Wakil Bupati Pandeglang Geram Temukan Proyek Jalan Asal-asalan

Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban merasa geram saat menemukan ada hasil pekerjaan betonisasi Jalan Marapat-Camara, di Kampung Situ, Desa Karya Buana, Kecamatan Cigeulis, terkesan asal-asalan. Selain kualitas hasil pekerjaannya rendah, juga proyek yang baru selesai dikerjakan beberapa bulan, kondisinya sudah rusak lagi. Dari pekerjaan jalan sepanjang 800 meter, sekitar 200 meternya terdapat kerusakan.

Apalagi, kata Tanto, saat diperiksa dan diteliti, kualitas jalan yang sudah dibangun jauh di bawah spesifikasi. Bahkan pada Lebaran Idulfitri 1438 H lalu, pelaksana pekerjaannya sudah tidak melanjutkan pembangunan. Akibatnya, masih ada sisa jalan sepanjang kurang lebih 500 meter yang belum diperbaiki. Buruknya kualitas pembangunan tersebut diketahui saat Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban melakukan sidak, pembangunan jalan di wilayah Pandeglang selatan, Rabu (27/9/2017).

Diketahui pembangunan betonisasi tersebut senilai Rp 1.797.403.500 dengan waktu pekerjaan terhitung Juni sampai- Oktober, dengan lama waktunya selama 120 hari kalender. Proyek itu dikerjakan oleh CV Asa Media Solusindo nomor SPK: 600/12/SP-KONST/PPJ/DPUPR-/2017. “Kalau pembangunan seperti ini sangat buruk, nanti sampaikan kepada pelaksananya agar melakukan pembongkaran kembali karena banyak yang mengalami keretakan,” kata Tanto. Menurut Tanto, dengan pembangunan tersebut yang terkesan asal-asalan tidak akan bertahan lama. “Kalau jalan tersebut tidak dibongkar kembali, kita yakin akan cepat mengalami kerusakan. Padahal masyarakat juga kan ketika jalannya dibangun, berharap bisa bertahan lama,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang, Nunung Fauzi menegaskan, pihaknya akan memanggil pemborongnya. Bahkan jika memang harus dibongkar, pihaknya akan menekan agar pemborong melaksanakan instruksi tersebut. “Kedepannya pasti akan ada sanksi jika pekerjaan itu tidak sesuai spesifikasi. Jika harus dibongkar ya harus dibongkar. Maka kami akan sampaikan ke pemborong. Kami akan panggil juga,” katanya.

Nunung mengklaim, pihaknya sudah melakukan pengawasan bersama konsultan pengawas. Hanya saja, dikatakannya, kualitas beton yang dihadirkan dikategorikan buruk. “Pengiriman betonnya yang buruk. Kami juga lakukan monitoring. Karena ini kan dibangun memakai APBD, masa tidak bisa digunakan oleh masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Pandeglang, Tjetjep Munadjat mengatakan, rendahnya kualitas pembangunan tidak saja karena faktor pemborong, namun ini akibat dinas terkait dan konsiltas yang lemah. Sebab, ada juga hasil aspirasi di bawah (masyarakat) terkadang konsultan juga tidak pul mengawasi pekerjaan. Termasuk dinas terkait jarang turun ke lokasi pekerjaan. “Buktinya, kalau dinas bekerja maksimal, ya Wabup tidak akan menemukan ada jalan rusak,” katanya. (IF)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here