Wajah Baru Banten Lama dengan Nuansa Madinah

MADINAH merupakan salah satu kota tujuan utama umat muslim melaksanakan ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Di areal tersebut, terdapat Masjid Nabawi yang cukup monumental, dengan aksesoris payung peneduhnya yang memiliki daya pikat luar biasa. Nuansa hampir sama juga dapat dirasakan di kawasan wisata religi Kesultanan Banten atau dikenal dengan sebutan Banten Lama.

Di kawasan situs peninggalan kerajaan Banten tersebut terdapat reflika atap atau payung peneduh mirip dengan di Madinah. Wisata religi kawasan Kesultanan Banten memang sedang dipersiapkan sebagai salah satu tujuan wisata religi kelas dunia. Terlebih, selain arsitektur wajah barunya yang dipoles cukup memikat, Banten Lama memiliki daya tarik akan catatan sejarahnya yang hebat.

Pada momentum tertentu seperti Hari Raya Idulfitri, Iduladha dan bulan Mulud dalam penanggalan Jawa, Banten Lama selalu ramai penziarah. Saat ini, kawasan Banten Lama cukup rapi. Pada zona inti, selain terdapat payung peneduh mirip di Masjid Nabawi Madinah, pada bagian lantai sudah terpasang marmer. Kanal sudah dihiasi dengan taman. Di sekitar Keraton Surowosan juga dipasang lampu hias, pagar dan tulisan raksasa.

Kemudian, di Keraton Kaibon terdapat taman kecil yang dinamai Taman Keraton Kaibon. Jembatan didekatnya dicat warna-warni untuk menghilangkan kesan kekumuhan. Perubahan fisik pada Banten Lama akan lebih menarik kunjungan wisatawan.  “Perubahan yang luar biasa. Saya tidak menyangka pembenahan Banten Lama akan seperti ini,” kata Misbah seorang pengunjung kepada kabar banten.

Potensi besar

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, Ahmad Sari Alam mengatakan, ada potensi luar biasa dibalik Banten Lama. Kebesaran sejarah yang mengiringinya menjadi potensi besar kawasan ini menjadi destinasi wisata bertaraf dunia. Selain itu, Banten Lama juga ditunjang oleh sejumlah fasilitas pendukung. Dahulu, kata dia, nama Banten Lama tersohor sampai negeri Inggris. Dengan perkembangan media sosial dan didukung dengan infrastruktur memadai Banten Lama bukan tidak mungkin Banten Lama bisa kembali termahsyur.

“Jadi bisa one day tour, karena banyak turis-turis yang transit di bandara. Bisa dilihat banyak hotel sekitar bandara, diatur pagi tour dan malam berangkat lagi dari berbagai negara sebagai ajang promosi ke seluruh negara,” tuturnya.

Menurutnya, cita-cita menjadikan Banten Lama sebagai wisata dunia dapat terwujud asalkan Pemprov Banten mempercepat penyiapan tenaga pemandu profesional dan kebersihan prima. Selain itu, jalan dilebarkan dan penduduk sekitarnya menerima kehadiran turis.

Pengembangan budaya dan agama

Senada, Ketua Harian PHRI Banten Ashok Kumar mengatakan, Banten Lama memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata dunia. Ada beberapa hal yang harus dilakukan agar hal tersebut terwujud. Banten Lama dikembangkan berbasis pada pengembangan budaya dan agama. Dua kekuatan ini, kata dia, harus tetap dipertahankan sehingga wisatawan yang berkunjung wajib mematuhinya. Misalnya, turis yang berkunjung ke Banten Lama dilarang masuk sebelum mengenakan sarung dan peci bagi laki-laki dan kerudung bagi perempuan, sebagai ciri khas keagamaan yang kental.

Model pengembangan dapat disampaikan melalui informasi yang akurat kepada wisatawan. Sehingga nilai-nilai luhur yang ada tetap bertahan dan menjadi kekuatan wisata. Pola ini juga yang membuat Bali bisa menanjak.

“Dengan pola ini akan terjadi perpaduan antara kebersamaan pariwisata dengan mempersatukan semua umat, suku agama apapun dapat berpadu dengan saling menghormati,” ujarnya. Pola ini akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Bisnis perjualan peci dan sarung di sekitar kawasan akan berkembang. “Peci dan kerudung dengan harga yang seragam ditetapkan oleh pemda,” ujarnya.

Untuk membimbing wisatawan, disediakan juga pemandu yang bertugas memberikan informasi tentang sejarah Banten Lama.”Di sekitar kawasan juga disediakan sanggar-sanggar, meliputi sanggar budaya, kesenian dan mengaji. Tempat ini akan jadi ruang wisatawan mempelajari aneka ragam Banten,” tuturnya.

Ia mendorong kawasan Banten Lama menjadi Kawasan Ekonomi Wisata Halal (KEWH). Sehingga label keagamaan yang melekat pada perjalanan sejarah tidak luntur dengan adanya kunjungan wisatawan dari mancanegara. (Galuh Malpiana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here