Kamis, 13 Desember 2018

Wahidin Halim: Banten Sering Disebut Produsen Teroris

SERANG, (KB).- Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) benarkan bahwa Banten merupakan daerah yang dicap sebagai lumbungnya teroris. Bahkan menurutnya secara faktual banyak juga yang mengatakan Banten dan Jawa Barat merupakan produsen teroris.

“Itu sih bukan stigma, memang secara faktual Banten dan Jawa Barat orang bilang sebagai produsen. Jadi tentunya kita pikir dengan pendekatan-pendekatan yang akan dilakukan bersama insya Allah berkurang,” kata WH kepada awak media seusai pertemuan dengan TNI-Polri, Pemerintah Daerah dan seluruh element masyarakat Banten mengutuk keras aksi terorisme di Pendopo Gubernur Banten, Selasa (15/5/2018) siang.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kapolda Banten Brigjen Polisi Listyo Sigit Prabowo, Danrem 0602 Maulana Yusuf CZI Letkol Budi Hariwanto, Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah, Ketua MUI Provinsi Banten A.M Romli, kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten Bazari Syam dan beberapa satakeholder di Provinsi Banten.

Sehingga menurutnya, dibutuhkan pendekatan dan aksi sosial bersama untuk menghilangkan stigma tersebut dari Provinsi Banten. Pendekatan tersebut dengan menggerakkan penyuluh dari Kanwil Kementrian Agama serta pembinaan di tingkat paling rendah oleh RT/RW.

“Untuk bersama-sama bersosialisasi, bersama-sama menyadarkan membatasi ruang gerak mereka dengan persuasif, tadi dengan sosialisasi,” ucapnya.

Dikatakan WH, paham-paham yang radikal memang ada di semua agama. Paham-paham yang merasa paling benar tersebut memang ada kebenarannya, terlebih, menurutnya ada organisasi global ISIS yang menjadi sebuah gerakan global saat ada kesamaan isu.

“Jadi Pak Kiai dengan tugasnya menjelaskan, mencerdaskan pikiran-pikiran pemahaman mereka yang spontan itu, apa sih jihad yang sebenarnya? Karena pengkafiran-pengkafiran itu bagi mereka bukan hanya kepada luar Islam, tapi orang Islam yang tidak mau memahami ajaran mereka, mereka juga sebut kafir,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolda Banten mengatakan bahwa memang ada beberapa titik yang berpotensi adanya jaringan terorisme. Sehingga pihaknya akan melakukan aksi pencegahan. “Bagaimana kita melakukan upaya-upaya pengawasan, pemantauan dan tentunya daya tangkal terhadap masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, pihaknya bersama TNI dan BIN memiliki batasan-batasan dalam mencegah aksi terorisme. Padahal, dikatakan Listyo, pihaknya tahu siapa-siapa saja yang berpotensi. Akan tetapi tanpa adanya bukti, pihak kepolisian tidak bisa menindak secara hukum.
“Oleh karena itu, tentunya kami sangat berharap kita diberikan payung hukum untuk bisa melakukan langkah-langkah yang lebih luas,” katanya.

Saat ditanya terkait warga Banten yang pernah ke Suriah, Listyo menyebut pihaknya sudah memiliki data, tetapi hanya untuk internal kepolisian. “Ya ada (datanya), tapi bukan konsumsi untuk kawan-kawan,” ujarnya. (Masykur)*


Sekilas Info

Relokasi SD Terdampak Tol Serang-Panimbang, Disdikbud Diingatkan Agar Proaktif

SERANG, (KB).- Staf Khusus Bidang Pemerintahan Kabupaten Serang, Agus Erwana mengingatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *