Wagub Menginspirasi Maba Untirta untuk Berprestasi

Perkembangan zaman terus berputar dari waktu ke waktu. Setiap waktu manusia terus dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk derasnya arus persaingan. Karenanya, situasi saat ini menuntut mahasiswa untuk tidak menjadi mahasiswa biasa-biasa saja, namun harus tumbuh bersama prestasi.
Prestasi dapat ditumbuhkan dalam bidang akademik maupun bidang lain. Penunjangnya yaitu keseriusan dalam belajar. Setiap hari, mahasiswa harus menghitung hal baik apa saja yang sudah dilakukan untuk kemajuan dan prestasi pribadinya. Dengan demikian, mahasiswa niscaya menjadi manusia membanggakan.

Setidaknya itulah yang disampaikan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat menjadi pembicara dalam kegiatan Pengenalan Kampus (KPK) Untirta bertempat Kampus Untirta, kemarin. Di hadapan empat ribu mahasiswa baru (maba) Untirta tersebut ia meminta mahasiswa tidak lalai. Artinya, tetap lulus tepat waktu. “Jadi dari dulu sampai sekarang, ungkapan jangan jadi mahasiswa abadi itu tetap berlaku. Meskipun pemaknaan terhadap ungkapan itu sendiri yang berbeda disesuaikan dengan zamannya,” katanya.

Generasi muda, dalam hal ini mahasiswa kerap dianggap sebagai modal pembangunan bangsa. Dilihat dari usianya, kesempatan mahasiswa untuk meniti karier masih besar. Mahasiswa saat ini banyak ditunjang oleh kemajuan teknologi. Berbagai kemudahan informasi dengan berbagai mediumnya telah banyak mengantar generasi muda yang kreatif menuju kesuksesan di berbagai bidang. Realitas di lapangan menunjukkan prestasi yang diraih tidak melulu berkaitan dengan bidang yang ditekuni di kampus.

Namun demikian, prestasi akademik tetap menjadi keutamaan. Mengingat kemampuan akademik berkorelasi dengan kemampuan intelijensia yang merupakan faktor utama kreativitas. “Di luar itu, lulus tepat waktu dengan prestasi akademik yang membanggakan adalah bentuk tanggung jawab kepada orangtua, bangsa dan negara yang telah memberikan kesempatan dan dukungan kepada kita untuk bisa mengeyam pendidikan,” ucapnya.

Di kampus, mahasiswa berkesempatan memupuk kecakapan lain yang dibutuhkan, selain kecakapan bidang akademik. Seperti aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Kecakapan ini juga menjadi bagian modal penting sebelum terjun ke dunia luar. “Berapa banyak pemimpin-pemimpin muda yang lahir dari kampus. Itu berkat mereka memang saat di kampusnya rajin berorganisasi,” tuturnya.

Alumni Pascasarjana Universitas Pasundan, Bandung ini menuturkan, status kaum terpelajar yang melekat pada mahasiswa hendaknya juga dimanfaatkan untuk berkontribusi terhadap masyarakat. Kepekaan terhadap persoalan masyarakat akan tumbuh apabila diasah dalam organisasi. “Kepekaan dimaksud bisa saja berupa empati terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat, dan kepekaan seperti itu di antaranya terasah di perguruan tinggi dengan berorganisasi,” tuturnya.

Mantan Anggota DPR RI ini meminta agar generasi muda tidak bersikap anti politik. Karena politik merupakan salah satu cara yang harus dilakukan anak muda untuk bisa berbuat bagi bangsanya.
“Semua kebijakan yang dirasakan masyarakat sampai level yang paling bawah adalah buah kebijakan politik. Jadi kalau kita ingin mengubah kebijakan politik yang kita pikir tidak baik, salah satu cara yang tepat adalah melalui mekanisme politik dengan kita menjadi pelaku politik yang baik,” katanya. (Sutisna)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here