Waduk Sindangheula Segera Beroperasi

Proses pembangunan Mega proyek waduk Sindangheula di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.*

SERANG, (KB).- Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) menargetkan Waduk Sindangheula yang berlokasi desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang beroperasi dalam waktu 2 sampai 3 bulan ke depan. Waduk yang mampu menampung 10 juta meter kubik air ini masih dalam proses penggenangan.

Kepala BBWSC3 Tris Raditian mengatakan, tahapan pembangunan Waduk Sindangheula sudah hampir rampung. Pembebasan itu lahan juga hanya untuk lahan di area penggenangan.

“Di luar genangan, dan itu tanah tanah negara juga. Jadi itu memang tahun ini juga diselesaikan oleh provinsi,” ujarnya usai rapat Proyek Stratagis Nasional (PSN) di wilayah Banten yang dilaksanakan di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (17/1/2020).

Saat ini waduk yang juga bagian dari proyek Strategis Nasional (PSN) itu masuk dalam tahap penggenangan. Penggenangan hanya menyisakan ketinggian 10 meter untuk sampai ke spell way. Dengan demikian, kemungkinan besar prosesnya bakal selesai dalam 2 sampai 3 bulan. Baru setelah itu Waduk Sindangheula ini diresmikan.

“Kami harapkan memang sudah beres ya. Kalau untuk fullnya itu sekitar 10 meter lagi,” katanya.

Jika sudah beroperasi Waduk Sindangheula akan memasok kebutuhan air di sejumlah daerah Banten salah satu Kabupaten/Kota Serang. Untuk mengalirkannya akan dibangun irigasi.

“Itukan sekarang lagi dibangun juga untuk air bakunya, kalau irigasi nanti lah termasuk ke daerah Sungai Cibanten,” ujarnya.

Sementara saat disinggung terkait progres Waduk Karian di Kabupaten Lebak, ia menjelaskan, sampai kemarin pembangunan Waduk Karian belum rampung. Progresnya untuk fisik mencapai 57 persen dan pembebasan lahan 54,74 persen. Lahan yang dibebaskan diperhitungkan seluas 1.000 hektare.

“Targetnya Waduk Karian selesai pada 2021,” ujarnya.

Lahan yang belum dibebaskan di antaranya terdapat enam desa di Kecamatan Sajira yang terdampak banjir bandang Kabupaten Lebak. Enam desa tersebut merupakan calon masuk area penggenangan.

“Itu enam desa dan itu sekarang yang lagi dipercepat untuk gimana nanti mengenai pembebasan lahannya,” ujarnya.

Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, di Banten terdapat 13 PSN dan selurunya sudah mengalami progress yang cukup baik. Salah satu PSN yang sudah hampir rampung yaitu Waduk Sindangheula.

“Dan tadi apa yang dilaporkan akan direkap dan akan dilaporkan kepada bapak presiden,” katanya.

Ia berharap kehadiran waduk dapat berdampak baik terhadap pembangunan Banten, khusunya kabupaten sekitar pembangunan waduk tersebut.

“Juga akan berefek pada kegiatan-kegiatan pembangunan lain yah. Itu kan bisa pengadaan air untuk Jakarta dan seterusnya. Nah itu kan dikonsetrasikan betul untuk dilakukan percepatan atau sesuai dengan jadwal dan skema yang mereka tetapkan,” ujarnya.

Pemprov Banten akan berupaya memfasilitasi percepatan pembanguna PSN di Banten sehingga target yang ditentukan dapat tercapai.

“Dan tentunya kami harus maksimal melaksanakan. Karena toh itu pada akhirnya kemanfaatan pemberian itu ada manfaatnya atas kehidupan masyarakat di Banten,” katanya.

Kawal pelaksanaan

Sementara, Gubernur Banten Wahidin Halim menekankan kepada pemerintah kabupaten/kota yang menjadi lokasi PSN untuk mengawal pelaksanaannya agar bisa selesai sesuai target, yakni pada 2022.

“Harus ada kewajiban dari pemerintah daerah mendorong program pemerintah pusat untuk kepentingan masyarakat. PSN (Proyeks Strategis Nasional) untuk rakyat juga.” kata WH.

Rapat membahas pekembangan PSN yang dilaksanakan di Provinsi Banten iu, di antaranya perkembangan pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang, Serpong – Balaraja, Cengkareng – Batuceper – Kunciran, pembangunan Waduk Karian, serta perkembangan terkini pembangunan Waduk Sindang Heula.

“Saya tidak dalam posisi mengambil alih persoalan, tapi sebagaimana amanat undang-undang, saya hanya memberikan rekomendasi,” kata Wahidin.

Progres PSN, kata Wahidin, akan terus didorong agar realisasinya semakin meningkat dan dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Pihaknya memastikan keseluruhan PSN di Banten selesai sesuai target pada Tahun 2022.

“Pemprov terus melakukan evaluasi untuk mengetahui perkembangan setiap pengerjaan PSN. Evaluasi bersama dilakukan dengan bupati/wali kota yang berwenang pada jalur-jalur lokasi tempat PSN dilakukan, serta membahas solusinya bagaimana agar progresnya semakin baik,” kata dia.

Ia mengatakan, sebagai salah satu bentuk dukungan, Gubernur Banten menjanjikan SK Penetapan Lokasi (Penlok) Waduk Karian di Kabupaten Lebak yang habis pada 3 Pebruari 2020, dijanjikan bakal selesai pada Jumat (17/1/2020) ini untuk perpanjangannya.

Dalam kesempatan itu juga dibahas mengenai proyek Waduk Sindang Heula di Kota Serang yang juga salah satu PSN, saat ini sudah dilakukan penggenangan/ pengisian. Dalam tiga bulan ke depan sudah siap diresmikan.

Terhadap beberapa kendala pembebasan lahan yang dihadapi satker, Gubernur Banten memberikan rekomendasi kepada tim pembebasan lahan terkait administrasi dan pendekatan kepada masyarakat, termasuk koordinasi dengan kementerian dan lembaga vertikal terkait.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Sekda Banten Al Muktabar, Kakanwil ATR/BPN Provinsi Banten Andi Tanri Abeng, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, para kepala OPD terkait dan pejabat satuan kerja (satker) PSN di Provinsi Banten.

Di Provinsi Banten terdapat 13 PSN pada 7 sektor dari 227 PSN pada 26 sektor tersebar di 34 provinsi di Indonesia, seperti pembangunan lima jalan tol, pembangunan jalur kereta api, pembangunan pembangkit listrik tenaga asal sampah, pembangunan dua bendungan, pembangunan KEK Tanjung Lesung dan Wilmar, pembangunan tanggul laut dan percepatan infrastruktur pendukung kawasan pariwisata. Keseluruhan PSN di Banten ditargetkan selesai pada tahun 2022. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here