Waduk Karian Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau progres pembangunan Bendungan Karian, di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu (4/10/2017).*

LEBAK, (KB).- Pembangunan Bendungan Waduk Karian yang kini sedang dikerjakan diyakini akan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Lebak, termasuk pada sektor perdagangan dan jasa transportasi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Dede Jaelani menyatakan, pembangunan Waduk Karian yang menenggelamkan 13 desa di empat kecamatan itu diyakini akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan menerapkan lapangan pekerjaan.

”Kami tentu sangat mendukung pelaksanaan pembangunan Bendungan Karian. Karena akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, dan tentunya akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), termasuk melalui hasil usaha pemasokan air baku (air minum) untuk masyarakat DKI Jakarta, Bogor dan Banten,” kata Sekda Dede, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, pelaksanaan proyek fisik pembangunan Bendungan Karian yang mulai dikerjakan sejak tahun 2015 dan ditargetkan rampung 2019, melibatkan kontraktor Korea Selatan dan sejumlah perusahaan BUMN.

”Proyek Bendungan Karian yang menelan biaya senilai Rp 1,07 triliun yang didanai dari pinjaman Korea Selatan sebesar 100 juta dolar AS dan dilaksanakan secara bertahap. Untuk saat ini keterlibatan masyarakat Lebak memang baru sebatas pada sektor nonformal. Tapi dimasa mendatang, kami optimistis akan membuka peluang lapangan pekerjaan yang besar bagi warga Lebak,” ujarnya.

Kehadiran proyek pembangunan Waduk Karian, ujarnya, sangat sinergis dengan kebijakan pemerintah daerah melalui program ”Lebak Sejahtera”, ”Lebak Sehat” dan ”Lebak Cerdas” yang digagas pemerintahan Bupati Iti Octavia Jayabaya-Ade sumardi.

Menurutnya, Bendungan Waduk Karian juga bisa dijadikan branding destinasi wisata sehingga melahirkan klaster-klaster ekonomi masyarakat, seperti tumbuhnya warung-warung dan kerajinan usaha kecil dan menengah (UKM).

”Manfaat lain yang bisa kita dapatkan antara lain bagi kepentingan pertanian karena keberadaan waduk akan dapat mengairi jaringan irigasi untuk lahan seluas 22.000 ha. Dan tentunya akan berdampak pada peningkatan produksi padi,” tuturnya.

Dede menegaskan, pemerintah daerah terus menyosialisasikan pentingnya keberadaan waduk bagi masyarakat Lebak dan Banten, agar pembebasan lahan pembangunan waduk itu bisa secepatnya tuntas hingga 100 persen. (DH)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here