Waduh, Tingkat Kunjungan Wisatawan Anyer Diprediksi Turun Drastis

SERANG,(KB).- Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang memprediksi tingkat kunjungan wisata di wilayahnya, terutama objek wisata andalan yaknai Pantai Anyer, akan menurun pada tahun ini. Hal itu dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung hingga saat ini.

“Ya iyalah, target kunjungan menurun drastis sudah pasti. Kalau memang masyarakat menyerap hasil sosialisasi (pencegahan Covid), kalau enggak mah enggak ada artinya,” ujar Sekretaris Disporapar Kabupaten Serang Encep Binyamin Somantri kepada Kabar Banten Senin (25/5/202020).

Encep mengatakan, selama libur lebaran ini pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap objek wisata. Pemantauan dilakukan sama halnya dengan ketika libur natal dan tahun baru.

“Kita ada kegiatan pemantauan selama libur idul Fitri sama tahun baru,” katanya.

Ia tak membantah jika selama libur lebaran ini wisata pantai masih ramai dikunjungi. Namun demikian ia meminta agar semua tetap menjaga protokol kesehatan.

“Iya protokol kesehatan, sosial distancing, pakai masker, pastinya rame,” ucapnya.

Sementara, pengelola pantai pasir putih sirih di Desa Kamasan Kecamatan Cinangka Rochani mengatakan, sejak tahun 2019-2020 wisata pantainya diakui mengalami kerugian mencapai Rp 5 miliar. Angka tersebut termasuk akibat adanya pandemi Covid-19.

“Karena kan buat makan dan gaji orang. Ini sampai bulan 4 tahun 2020. Pendapatan enggak ada,” ujarnya.

Bahkan untuk menyiasati minimnya pendapatan, pihaknya pun sudah merumahkan sejumlah karyawan.

“Kami karyawan ada 100 sekarang, tadinya 200 orang lebih. Karena keadaan begini 50-60 persen dirumahkan. Tapi tetap biar dirumahkan beras dikasih, ada voucher sembako Rp 50 dan 100 ribu itu dituker ke toko. Dikasih per Minggu,” ucapnya.


Ia mengatakan, jika menilik pada hari normal seperti libur lebaran tahun tahun belakangan, momen ini dirinya bisa meraup pendapatan hingga mencapai Rp 150-200 juta per hari. Kondisi itu akan berlangsung selama 10 hari kedepan. Sedangkan untuk tahun ini, pihaknya baru membuka pantai pada hari kedua lebaran dan tingkat kunjungan pun belum begitu ramai.

“Masih kosong baru hari ini ada motor dan mobil paling dapat Rp 5 juta ke bawah enggak terlalu padat,” katanya.

Pantauan Kabar Banten, walau sejumlah pantai belum begitu ramai, namun kondisi di jalanan hingga sore hari semakin padat. Bahkan beberapa titik ruas jalan Anyer-Cinangka tampak padat merayap oleh kendaraan roda empat dan dua di waktu sore hari. Sejumlah petugas kepolisian pun tampak berjaga mengamankan arus lalu lintas. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here