Wadahi Pengusaha Muda di Banten, KPMB gelar ‘Mentoring Business Class’

Suasana kegiatan ‘Mentoring Business Class’ yang diselenggarakan Komunitas Pengusaha Muda Banten (KPMB), di salah satu kafe di Kota Serang, Ahad (23/6/2019).*


SERANG, (KB).-Untuk mewadahi pengusaha muda di Banten dalam mengembangkan bisnisnya, Komunitas Pengusaha Muda Banten (KPMB) kembali mengelar kegiatan ‘Mentoring Business Class’ (MBC) bekerja sama dengan Sakina Chicken dan Burger salah satu bisnis waralaba di Kota Serang yang bergerak dibidang kuliner, di salah satu kafe di Kota Serang, Ahad (23/6/2019).

Mengangkat tema “Cara Mengoptimalkan Bisnis agar Scale Up”, kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta mulai dari yang sudah memiliki bisnis, bisnis sambil bekerja, dan yang belum memiliki bisnis untuk mencari inspirasi dan peluang bisnis. Hadir sebagai pembicara Founder Komunitas Pengusaha Muda Banten (KPMB) Rosyid Mustofa, serta owner Sakina Chicken dan Burger Fauzi Rachman.

Founder Komunitas Pengusaha Muda Banten (KPMB), Rosyid Mustofa dalam sambutannya menyampaikan bahwa MBC ini merupakan ‘Batch’ ke-5 yang bertujuan untuk mewadahi para pengusaha muda di Banten untuk bersama-sama meningkatkan ilmu kewirausahaan dan dalam rangka mewujudkan visi KPMB, yakni ‘membentuk pengusaha muda di Banten yang berjiwa mandiri, sinergi dan berbagi’.

“KPMB hadir untuk menjadi wasilah atau sarana meningkatkan jumlah pengusaha muda di Banten serta untuk saling bertukar informasi dan ‘sharing’ tentang ilmu kewirausahaan. “Alhamdulillah, ilmu-ilmu kewirausahaan mudah didapatkan, contohnya bergabung di grup whatsapp KPMB, belajar bersama, sinergi dan saling menguatkan untuk berdaya di negeri sendiri,” ujar Rosyid pemilik Pangkas Rambut Asep Lopang dan Percetakan Ayoprint ini.

Sementara itu, owner Sakina Chicken dan Burger Fauzi Rachman menyampaikan materi bagaimana cara mengelola karyawan dan menjalin kerjasama serta alternatif permodalan. Ia mengatakan, banyak pengusaha muda di Banten yang kesulitan mengembangkan bisnisnya dan terjebak dengan kesibukan teknis dalam bisnisnya sendiri sehingga sulit meluangkan waktu untuk mengembangkan bisnisnya. “Jika ingin berbisnis, carilah partner. Dan bisnis itu bukan tujuan, melainkan pilihan,” ujar Fauzi.

Sejumlah peserta mengaku mendapatkan wawasan baru dan ilmu-ilmu tentang bisnis serta patner baru setelah bergabung dan mengikuti kegiatan yang diselengarakan KPMB. Salah satunya Vivid Firdaus pemilik Hikmah Mart. Ia menyampaikan bahwa ini pertamakalinya dirinya bergabung di KPMB dan program MBC. “Alhamdulillah menambah wawasan dan semangat tentang bagaimana cara ‘scale up’ sebuah bisnis,” ujarnya. 

Hal senada dikatakan Jaya, pemilik Cafe Coffee Jaya. “Saya menyarankan teman-teman untuk bergabung bersama komunitas pengusaha muda Banten. Disini kita akan belajar bersama, salah satunya bagaimana value sebuah bisnis dan tentunya banyak sekali manfaat lainnya, silaturrahim serta menambah teman-teman atau relasi bisni baru,” ujar Jaya.

Sementara, Fachri seorang pengusaha Madu Liar menyampaikan bahwa dirinya sudah beberapa kali ikut program KPMB. “Saat pertama kali hadir, saat itu saya belum memiliki reseller. Alhamdulillah, setelah bergabung dan mengikuti kegiatan KPMB, saat ini saya memiliki beberapa reseller dan menambah omset penjualan madu yang saya jual,” ujar Fachri. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here