Wabah Covid-19, Nelayan di Pandeglang Sulit Pasarkan Ikan

PANDEGLANG, (KB).- Sejumlah nelayan di Pandeglang merasa kesulitan untuk memasarkan hasil tangkapan ikan ke luar daerah. Hal itu terjadi selama masa darurat dan pembatasan wilayah karena wabah Covid-19.

Akibatnya, stok ikan hasil melaut menumpuk dan menyebabkan harga jual rendah. Selain itu, para nelayan juga berusaha menaikkan harga jual, namun menyebabkan ikan tidak laku dan daya beli masyarakat menjadi rendah.

Salah seorang nelayan, Aziz, mengeluhkan harga jual ikan turun dan tidak bisa dijual ke luar daerah.

“Kalau untuk hasil tangkapan ikan saat ini masih stabil. Namun saja harganya murah dan tidak bisa dikirim ke Jakarta selama masa darurat pencegahan virus corona,” kata Aziz melayan asal Panimbang kepada Kabar Banten, Senin (6/4/2020).

Ia mengatakan, untuk jenis ikan kualitas lokal, harganya masih normal. Namun ikan yang kualitasnya ekspor mengalami penurunan harga sekitar 50 persen.

“Ya, untuk jenis udang lobster, rajungan harganya turun sampai 50 persen. Misalnya harga rajungan yang semula Rp 60.000 per kilogran sekarang turun menjadi Rp 30.000 per kilogram. Penurunan harga ini dampak dari kasus virus corona,” ucapnya.

Menurut dia, untuk ketersediaan di TPI Pandeglang Selatan diprediksi masih mencukupi kebutuhan lokal. Sebab, pendapatan hasil tangkapan ikan saat ini masih stabil.

“Bersyukur kalau harga ikan asin dan ikan untuk kebutuhan lokal itu harganya masih stabil. Namun lama-lama harga ikan asin ini naik, karena permintaan mengalami peningkatan,” tuturnya.

Sementara itu, Kadis Perikanan Pandeglang Suaedi Kurdiatna mengatakan, hasil tangkapan ikan para nelayan untuk kebutuhan masyarakat Pandeglang masih stabil. Namun saja banyak pengiriman ikan ke luar yang dibatalkan.

“Kalau ketersediaan ikan saat ini banyak. Hanya saja untuk pengiriman ke luar daerah ditutup,” ujarnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here