Wabah Covid-19, “May Day” Ditiadakan

CILEGON, (KB).- Pemkot Cilegon meniadakan perayaan hari buruh atau May Day pada Jumat (1/5/2020). Ini mengingat adanya larangan kegiatan massa, selama wabah covid-19 melanda.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon Suparman mengatakan, pembatalan perayaan May Day berdasarkan surat edaran wali kota tentang penanganan wabah covid-19. Lantaran itulah, pihaknya tidak akan melaksanakan perayaan hari buruh.

“May Day sih ada, tapi perayaannya yang tidak boleh. Kan sedang wabah covid-19,” katanya ditemui di Pemkot Cilegon, Selasa (28/4/2020).

Menurut Suparman, anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk perayaan May Day, juga dimungkinkan dialihkan untuk penanganan covid-19. Namun ia mengatakan, anggaran tersebut saat ini belum dialihkan.

“Siapa yang tahu, apakah besok ada perintah anggarannya dialihkan, bisa saja begitu,” ujarnya.

Namun begitu, tidak menutup kemungkinan anggaran perayaan May Day digunakan untuk kegiatan bakti sosial. Terkait hal ini, pihaknya akan membahas dengan serikat-serikat tenaga kerja. “Kalau perayaannya menjadi sebuah baksos, bagus juga. Nanti kami bahas dulu dengan serikat buruh,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC FSP KEP Kota Cilegon Rudi Sahrudin mengaku tidak keberatan jika May Day pada 2020 ini ditiadakan lantaran adanya wabah covid-19. Namun ia meminta pemerintah menginformasikan hal tersebut kepada serikat-serikat buruh.

“Kalau memang dilarang, informasikan dong ke serikat buruh. Jangan diam saja, kami bertanya-tanya masalahnya,” ucapnya.

Rudi berharap jika Pemkot Cilegon mengalihkan perayaan May Day menjadi sebuah kegiatan baksos. Ini agar moment May Day tetap ada, meskipun perayaan ditiadakan.

“May Day itu hari besarnya buruh se-dunia, ini penting untuk kaum buruh. Makanya, kalau memang perayaannya tidak ada, ubah saja menjadi sebuah kegiatan baksos,” katanya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here