Sabtu, 15 Desember 2018
Partai final cabang olahraga voli putri Pomda VII Banten 2018 antara Unbaja dan STIE Banten, Kamis (29/11/2018).*

Voli Putri Pomda VII Banten, STIE Banten Pertahankan Gelar

SERANG, (KB).- Tim Voli Putri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Banten sukses mempertahankan gelar juara pertama Pekan Olah Raga Mahasiswa Daerah (Pomda) VII Banten 2018. Bertanding di Lapangan Outdoor Voli STIE Banten, Kamis (29/11/2018) anak asuh Imat Hismatullah berhasil menang telak 3-0, atas Tim Voli Putri Universitas Banten Jaya (Unbaja).

Pelatih Tim Voli Putri STIE Banten, Imat Hismatullah mengatakan, meski menang telak 3-0 atas Unbaja, anak asuhnya sempat dibuat kerepotan dan harus bekerja keras meraih poin. “Kalau lihat pertandingan tadi seru banget. Banten Jaya bukan tim yang mudah dikalahkan,” katanya kepada wartawan seusai pertandingan.

Ia menjelaskan, keberhasilan meraih kemenangan atas Unbaja, berkat strategi dan militansi anak didiknya. Kemenangan telak 3-0 tersebut, awalnya tidak disangka. Sebab, Unbaja diisi pemain yang bermaterikan cukup bagus. “Sebenarnya, kami tidak menyangka bisa menang 3-0. Sebenarnya, mereka (Unbaja) tim yang solid dan satu kesatuan yang utuh, karena mereka dari SMA (dididik),” ujarnya.

Keberhasilan STIE Banten merengkuh juara pertama Pomda VII Banten mengulang prestasi dua tahun silam di Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang. Di event olah raga tingkat mahasiswa Provinsi Banten tersebut, STIE Banten dari awal sudah memasang target juara pertama. “Suatu kebanggan sendiri bisa juara,” ucapnya.

Ia menuturkan, dalam persiapan Pomda VII Banten 2018, anak asuhnya telah melakukan persiapan selama hampir lima bulan. Mereka digembleng latihan fisik, kekompakan tim, dan meningkatkan kualitas permainan. “Latihannya hampir lima bulan,” tuturnya.

Pelatih Tim Voli Putri Unbaja, Risfan Hemawan menilai, kekalahan anak didiknya atas STIE Banten, karena sudah mental bertanding jatuh sebelum bertanding. Faktor mental tersebut, membuat pemain Unbaja tidak bisa bermain lepas.

“Mental kami kalah, mainnya enggak lepas, jadi beban sendiri. Banyak error (kesalahan). Mainnya sempat menekan, cuma karena ketekan mentalnya, jadi enggak ada service jump up, enggak ada variasi hasilnya ya seperti tadi,” katanya.

Ia menuturkan, penyebab mental anak asuhnya jatuh, karena masuk final pertama dan sudah gentar dengan nama besar STIE Banten yang merupakan langganan juara Pomda. MEski kalah, dia cukup puas dengan predikat juara 2. “Tim voli putri pertama kali ikut (Pomda) dan langsung masuk final. Cukup puas (juara dua), mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi (prestasinya),” ujarnya. (FI)*

 


Sekilas Info

Kejuaraan Basket SMA Banten, 18 Klub Ambil Bagian

SERANG, (KB).- Sebanyak 18 klub basket putra dan putri turut serta menyemarakkan Kejuaraan Bola Basket Tingkat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *