Visi Agro Wisata Pandeglang Dinilai Gagal

PANDEGLANG, (KB).- Sejumlah elemen masyarakat Pandeglang dari Carita sampai Sumur menilai, pemerintah daerah gagal dalam mengemban visi agro wisata. Faktanya, warga melihat hingga saat ini belum terlihat signifikan soal upaya penataan pariwisata di Pandeglang.

Tokoh pemuda juga penggiat pariwisata Franky Setiadi mengatakan, selain soal pariwisata akses infrastruktur juga tidak dilengkapi oleh sarana penerangan jalan umum. Termasuk trotoar di sejumlah lokasi wisata dan fasilitas umum yang masih minim.

Menurut Franky, selain tidak ada pengembangan pariwisata, pemerintah hanya bisa menarik retribusi dari wisata milik pengelola tanpa ada kontribusi membangun jalan dari penarikan retribusi.

”Saya rasa pemkab saat ini hanya bisa menarik retribusi dari objek wisata namun tidak maksimal membangun akses jalan menuju wisata. Sebetulnya kita menginginkan dari pajak yang ditarik itu bisa memberikan timbal balik dalam bentuk penataan, fasilitas umum di lokasi pariwisata agar masyarakat bisa merasa nyaman dan dapat berwirausaha di lokasi pariwisata,” kata Franky kepada Kabar Banten, Ahad (10/11/2019).

Ia menjelaskan, kalau saja ada upaya penataan pariwisata, tentu akan meningkatkan perekonomian bagi pelaku wisata. Termasuk jika kondisi infrastruktur pariwisata bagus, maka angka kunjungan akan meningkat.

”Coba bayangkan apabila infrastruktur di wilayah pariwisata buruk, pasti para pengunjung juga akan kapok masuk Pandeglang. Sementara potensi pariwisata yang ada saja belum tersentuh pembangunan,” katanya.

Menurut dia, budaya untuk membangkitkan kearifan lokal juga masih rendah, meskipun saat ini para pejabat daerah sudah banyak melakukan studi banding ke luar daerah untuk mengadopsi tata wisata. Tetapi masih belum ada yang diterapkan.

”Budaya membangkitkan pariwisata lokal tidak tertanam dalam niat pemerintah daerah. Meskipun banyak pejabat yang jalan-jalan ke wisata luar dengan dalih mengadopsi pariwisata, namun faktanya belum pernah terlaksana,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Pandeglang Aap Aptadi menilai, dalam lima tahun terakhir ini Pemkab Pandeglang dinilai gagal dalam membangun dan mengelola sektor pariwisata. Padahal, pariwisata tidak saja menjadi tagline yang terus digembor-gemborkan, namun juga masuk dalam visi agro wisata pemerintah daerah.

“Saya melihat Pandeglang kaya potensi pariwisata, namun miskin dalam pengelolaan dan pengembangannya. Padahal segudang potensi wisata hampir tersebar di setiap wilayah kecamatan,” tutur Aap Aptadi.

Ia menjelaskan, di bumi Kota Badak ini hampir memiliki semua sendi-sendi pariwisata. Di Jalan Cikadueun dan Caringin terdapat wisata religi yakni Makom Syech Maulana Mansyur dan Syeh Asnawi. Begitu juga di Lereng Gunung Karang ada makom Simpereum dan masjid kuno serta wisata Sumur Tujuh.

Tetapi, potensi tersebut sampai sekarang belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Tidak saja infrastruktur menuju wisata yang tidak nyaman juga belum ada upaya pemerintah ke arah penataan potensi tersebut.

Selain wisata religi, Pandeglang juga memiliki kekayaan besar yakni wisata Pantai Carita. Tetapi hampir setiap hari libur wisata itu sepi tanpa dipadati pengunjung. Hal itu disebabkan kurang adanya niat serius dalam menata dan mengembangkan potensi wisata.

Aap juga merasa prihatin melihat wajah kota Pandeglang yang tidak pernah ada perubahan. Seharusnya, lanjut Aap, wajah kota harus terlihat rapi, resik dan menarik, karena itu menjadi jantung kota Pandeglang.

Anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi Nasdem, Dadi Rajadi mengakui, visi agro wisata belum terlaksana. “Iya, bisa dinilai gagal dalam visi agro wisata,” ujar Dadi.

Sekda Pandeglang Pery Hasanudin menilai, selama ini pemerintah sudah maksimal mengembangkan pariwisata. “Banyak event-event membangkitkan pariwisata dari Kemenpar dan pascapenanganan bencana juga sudah selesai dilaksanakan. Kita juga berhasil memasukkan Ujung Kulon sebagai geopark nasional,” kata Pery.

Namun demikian, lanjut Pery, soal kritikan atau aspirasi tentang visi pariwisata belum maksimal itu sah-sah saja. “Tentu akan kita jadikan masukan dan motivasi ke arah pembangunan pariwisata,” ujarnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here