Visa Haji Diproses Seusai Ramadan

Dr. H. Machdum Bachtiar, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Banten.*

Kementerian Agama akan memproses pengajuan visa haji seusai Ramadan. Kemenag sedang memproses pengumpulan paspor jemaah dari daerah ke pusat.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kanwil Kemenag Banten Machdum Bachtar mengatakan hal itu kepada Kabar Banten, Ahad (26/5/2019). Ia menerima informasi tersebut dari Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama, Muhajirin Yanis.

“Paspor yang dikumpulkan dari daerah itu selanjutnya akan discan. Kemudian, diproses pengurusan visanya,” ujar Machdum.

Dikatakannya, visa jemaah haji yang akan berangkat pada gelombang I akan didahulukan. Diharapkannya, proses pembuatan visa haji berjalan lancar dan tepat waktu.

“Pemerintah Arab Saudi menghapus aturan perekaman biometrik menjadi salah satu syarat pengeluaran visa. Dengan kata lain, rekam biometrik tidak lagi menjadi persyaratan pengurusan visa,” katanya.

Di Arafah siang

Machdum juga mengungkapkan, jemaah haji yang tiba di Arafah pada 8 Dzulhijjah pada waktu siang hari akan diberikan layanan makan. Ketentuan ini tertuang dalam kontrak katering di Masyair (Arafah, Muzdalifah, Mina).

Jemaah haji Indonesia diberangkatkan secara bertahap menuju Arafah sejak 8 Dzulhijjah pagi. Oleh karena itu, tidak sedikit jemaah haji yang sudah berada di Arafah pada siang hari.

“Secara keseluruhan, jemaah haji Indonesia akan mendapat 16-17 kali makan selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” tuturnya.

Menurut Sri Ilham, setiap jemaah haji Indonesia akan mendapat air minum selamat datang sebanyak tiga botol (@600ml) saat tiba di Arafah. Layanan katering diberikan mulai 8 – 9 Dzulhijjah sebelum jemaah berangkat ke Muzdalifah.

Saat akan berangkat menuju Muzdalifah, lanjut Machdum, jemaah akan mendapatkan paket snack yang dibagikan di Arafah. Untuk katering di Mina, layanannya akan diberikan dari 10 – 13 Dzulhijjah.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here