Viral, Oknum Pegawai Berseragam Logo Pemprov Banten Kampanye Capres

SERANG, (KB).- Sejumlah oknum pegawai mengenakan baju seragam berlogo Pemprov Banten mendadak viral di media sosial. Sebab, mereka yang berjumlah 6 orang ini, secara terang-terangan mengkampanyekan salah satu pasangan capres dan cawapres.

Pantauan Kabar Banten, ulah keenam oknum pegawai tersebut pertama kali disebar akun facebook Dadan Suryana. Dalam foto yang tersebar, keenamnya memerkan sebuah alat peraga kampanye bertuliskan Prabowo-Sandi sambil menunjukan jari khas dukungan terhadap paslon nomor urut 02.

Hingga pukul 19.00 WIB, foto di akun facebook tersebut sudah dibagikan sebanyak 16 kali. Ratusan komentar para nitizen di Banten turut meramaikan postingan halaman milik Dadan Suryana tersebut. Ada yang mengecam ulah keenam oknum pegawai itu, namun tak sedikit juga yang memberikan dukungan.

Menanggapi hal itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Banten Badrul Munir mengatakan, pihaknya masih menyelediki terkait viralnya enam oknum pegawai berseragam Pemprov Banten itu. Termasuk, menyelediki lokasi dan instansi keenam oknum yang terpasang dalan foto yang menjadi viral di media sosial itu.

“Kami baru mendapatkannya hari ini. Kami sedang menyelidiki terkait lokasi dan instansi dari orang-orang dalam foto tersebut. Apakah mereka itu ASN ataupun semacam itu, kami baru mengidentifikasi bahwa logo pada baju tersebut adalah logo Provinsi Banten,” katanya.

Menurutnya, jika keenam oknum yang terpampang dalam foto itu merupakan pegawai berstatus ASN sebuah instansi di lingkungan Pemprov Banten, maka mereka bisa terancam mendapatkan sanksi sesuai UU ASN. Namun, dia belum bisa memastikan apakah foto tersebut asli atau editan. “Belum kami ketahui (asli atau hoax). Tapi kalau asli, ada sanksi dalam hal mereka ASN/PNS terkait netralitas ASN-nya,” ujar Badrul Munir.

Ketua Bawaslu Banten Didih M. Sudi mengatakan, meskipun belum diketahui secara pasti dimana lokasi foto itu di ambil, namun pihaknya sudah mendapat informasi sementara bahwa keenam oknum tersebut berstatus sebagai guru. Sebab, dalam latar belaka foto yang tersebar di medsos, mereka diduga mengabadikan foto itu di sebuah ruangan sekolah.

“Sudah kami terima informasinya, sekarang sedang ditelusuri. Informasi yang beredar itu guru di Banten,” kata Didih saat dikonfirmasi Kabar Banten melalui sambungan telepon seluler.

Saat ini, kata Didih, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Bawaslu kabupaten/kota untuk menemukan informasi terkait identitas oknum yang terpampang dalam foto tersebut. Jika mereka terbukti berstatus ASN, maka keenamnya bisa terancam sanksi sesuai UU Pemilu Pasal 283 tentang Netralitas.

“Untuk kebutuhan klarifikasi, Bawaslu butuh identitas. Sekarang kami sedang berkoordinasi untuk memperoleh informasi tambahan. Kalau mereka diduga ASN, maka perlu diklarifikasi dulu kejelasan identitasnya,” ujar Didih.

Didih mengatakan, meskipun sebagai warga negara ASN juga memiliki hak pilih yang dijamin undang-undang, namun para abdi negara ini tidak diperbolehkan mengekspresikan hak pilihnya secara terang-terangan kepada publik. Apalagi, jika sampai terlibat dalam kegiatan kampanye salah satu kandidat tertentu yang maju di Pemilu 2019.

“ASN harus netral, tidak boleh melakukan kegiatan politik praktis. Bunyi undang-undangnya sudah jelas, aparatur sipil negara lainnya dilarang mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye,” tutur Didih menegaskan.

Ia pun berharap, masyarakat bisa memberikan informasi tambahan kepada Bawaslu untuk mencari identitas keenam oknum pegawai yang viral di media sosial tersebut. “Bawaslu perlu identitas pelakunya. Kalau masyarakat bisa memberikan informasi lebih lengkap, akan sangat diapresiasi,” ucapnya. (Rifat Alhamidi)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here