Video Dugaan Penyekapan Karyawati Beredar, Perusahaan Diduga Lakukan Kekerasan

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga, khususnya kalangan pewarta di Lebak digegerkan dengan beredarnya video dugaan penyekapan karyawati disebuah ruangan sempit di lingkungan pabrik sepatu sport yang berlokasi di Kampung Papanggo, Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, beredar.

Salah seorang mantan karyawan perusahaan itu yang berinisial ML, membenarkan isi dalam video yang berdurasi sekitar 11 detik tersebut. Bahkan, menurut ML, tidak hanya sekadar penyekapan, tetapi dirinya dan sejumlah karyawati dibagian produksi di perusahaan tersebut sering menerima pukulan, tamparan atau jambakan rambut hanya gara-gara kesalahan saat masih bekerja di perusahaan tersebut.

”Penyekapan di sebuah ruangan berukuran kecil itu sering dilakukan pihak pengawas dan supervisor perusahaan jika ada kunjungan tamu resmi yang akan melihat atau mengontrol aktivitas di perusahaan tersebut. Kejadian lain yang sering saya dan teman-teman karyawati lainnya dapatkan adalah pemukulan dan menjambak rambut, hingga hijab yang dipakai karyawati terlepas,” ujar ML, yang dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (6/2/2018).

Ditambahkannya, akibat sering mendapatkan perlakuan yang tidak wajar tersebut, dirinya mengundurkan diri sebagai karyawan di perusahaan itu. Selain itu, ML juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan keterangan tentang perlakuan tidak baik di perusahaan kepada wartawan agar kejadian tersebut tidak lagi dilakukan terhadap para karyawati di perusahaan tersebut. ”Hari ini (kemarin), saya resmi mengundurkan diri, karena tidak tahan lagi dengan perlakuan pengawas di perusahaan tersebut,” katanya.

Eli, salah seorang warga Rangkasbitung, yang anak perempuannya pernah bekerja di perusahaan tersebut mengatakan hal senada. Menurutnya, berdasarkan pengaduan putrinya, pihak pengawas perusahaan itu sering melakukan penyekapan serta pemukulan terhadap karyawatinya. ”Putri saya sudah mengundurkan diri karena tak tahan pada perlakuan kasar di perusahaan itu. Sebenarnya, saya ingin ketemu langsung dengan pimpinan perusahaan itu untuk menanyakan kenapa anak saya dan karyawati lain sering disekap serta dipukul. Namun, karena sangat tidak mungkin pihak perusahaan menerima saya, saya minta bantuan wartawan untuk dipertemukan,” ucap Eli.

Bupati Iti Octavia Jayabaya yang dikonfirmasi hal tersebut menegaskan, jika benar terjadi penyekapan maupun pemukulan terhadap karyawati, tentunya sudah melanggar hukum.
”Saya baru mendengar ada video penyekapan karyawan di sebuah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Lebak. Kalau memang benar adanya seperti itu, silakan pihak penegak hukum melakukan penyelidikannya,” tutur Bupati Iti.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Lebak, Kompol Andi Suwandi menegaskan, pihaknya melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) akan segera melakukan penyelidikan atas dugaan penyekapan yang berada dalam video yang beredar di masyarakat tersebut. ”Hari ini juga kami akan melakukan koordinasi dengan pihak Reskrim untuk melakukan penyelidikan awalnya,” kata Kompol Andi Suwandi. Sementara itu, Manajer Personalia perusahaan dimaksud, Fauzan, yang berusaha dikonfirmasi terkait dugaan penyekapan karyawati melalui telepon genggamnya dalam keadaan tidak aktif. (Lugay/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here