Utusan Duta Besar Australia Turun ke Banten

Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat Rachmat Ginandjar, Pemimpin Redaksi Maksuni Husen dan Redaktur Pelaksana Yadi Jayasantika bersama dua utusan Dubes Australia yakni Sekretaris I Bidang Politik Ingrid Launberg dan Sekretaris II Boyd Whalan saat berkunjung ke Kantor Redaksi Harian Umum Kabar Banten, Selasa (5/3/2019).*

Suasana menjelang pesta demokrasi Pemilu dan Pilpres 2019, mendapat perhatian dari Kedutaan Besar Australia di Indonesia. Selasa (5/3/2019), dua utusan Dubes Australia yakni Sekretaris I Bidang Politik Ingrid Launberg dan Sekretaris II Boyd Whalan turun ke Banten. Keduanya berkunjung ke Markas DPW PKS Banten dan Kantor Redaksi Harian Umum Kabar Banten.

Saat berkunjung ke redaksi Kabar Banten, keduanya diterima Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat Rachmat Ginandjar, Pemimpin Redaksi Maksuni Husen dan Redaktur Pelaksana Yadi Jayasantika.

Dalam diskusi yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut, Ingrid dan Boyd banyak menanyakan tentang peta politik menjelang Pemilu dan Pilpres 2019 di Banten. Termasuk perbedaan antara Pilpres 2014 dengan Pilpres 2019. Selain itu, mereka juga meminta pandangan media massa dalam hal ini Kabar Banten dalam turut serta mengawal pesta demokrasi tersebut.

“Kami sengaja datang ke Banten ingin mengetahui langsung kondisi di daerah. Tidak hanya di Jakarta saja. Terutama peta politik menjelang Pemilu dan Pilpres,” kata Ingrid.

Ia mengatakan, pihak Kedubes Australia mendorong Pemilu dan Pilpres 2019 berjalan demokratis dan media massa dalam posisi independen. “Kami sangat menghargai peran media massa dalam mengawal demokrasi,” tuturnya.

Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat Rachmat Ginandjar mengatakan, peta politik menjelang Pemilu dan Pilpres 2019 di Banten dalam keadaan kondusif. Peta persaingan dianggap masih wajar sebagai bagian dari dinamika demokrasi.

“Hanya saja memang situasinya mulai menghangat. Terutama dengan maraknya hoax yang menyangkut konten politik. Ini yang sedang diperangi oleh sejumlah kalangan,” kata Rachmat Ginandjar.

Ia mengatakan, posisi Kabar Banten dalam Pemilu dan Pilpres 2019 bersikap independen. “Kami memberitakan secara proporsional,” ujarnya.

Sementara itu, saat berkunjung ke Markas DPW PKS Banten, Ingrid Lundberg dan Boyd Whalan mengungkapkan keheranannya terhadap Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebab selama ini ia mendengar kalau PKS hanya melakukan aktivitas keagamaan.

“Terus terang saya baru tahu kalau PKS pun ada aktivitas kemanusiaan dan sosial, karena selama ini yang kami lihat di media hanya aktivitas keagamaan. Padahal ternyata ada aktivitas kemanusiaan dan sosial,” ucap Ingrid Lundberg.

Mereka disambut oleh pengurus DPW PKS, di antaranya Sudarman, GR Sumedi dan Sanuji Pentamarta serta Ketua Bidang Humas DPW PKS Banten, Yoga Utama. Kedatangan perwakilan Kedutaan Besar Australia tersebut salah satunya adalah untuk mengetahui peta politik Pilpres 2019 di Banten, dimana salah satunya adalah PKS sebagai bagian peserta Pemilu 2019.

Ingrid ingin membandingkan situasi politik tingkat nasional dan daerah menjelang Pemilu dan Pilpres 2019, pihaknya juga membahas soal hubungan bilateral Australia dan Indonesia.

“Mereka diskusi perihal aktivitas PKS, peta politik dan sejauh mana peran PKS dalam Pilpres 2019. Dan kami sampaikan bahwa posisi saat ini cukup baik,” tutur Yoga.

Dalam kesempatan itu, Yoga berharap kedatangan mereka bisa menetralisir isu negatif berita PKS. Dalam kesempatan itu, Yoga bersama pengurus DPW PKS Banten lainnya juga menyampaikan bagaimana antusiasme masyarakat untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandi.

“Kami kan dapat kiriman spanduk kurang lebih seribuan lebih dan habis dalam beberapa jam, karena masyarakat meminta dan tanpa meminta ongkos pemasangan,” kata Yoga. (Rifat Alhamidi)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here