Senin, 17 Desember 2018

Utamakan Pendekatan Agama, Ratusan Napi Diajak Istigasah

RATUSAN penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Serang mengikuti istigasah yang digelar Barisan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Provinsi Banten, Rabu (7/3/2018). Doa bersama yang dipimpin Abuya Dimyati tersebut, dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, Ajub Suratman, Wali Kota Serang, Tubagus Haerul Jaman, Kalapas Kota Serang, Suherman, dan Ketua PCNU Kota Serang, Matin Syarkowi.

Ketua Ansor Provinsi Banten, Ahmad Nuri menuturkan, istigasah tersebut merupakan sebuah bentuk kerja sama antara Ansor dan lapas di Provinsi Banten. “Ini adalah tanggung jawab kami sebagai organisasi kepemudaan sebagai organisasi keagamaan. Saudara-saudara di depan ini adalah korban,” katanya dalam sambutan.

Selain radikalisme yang saat ini merebak, narkoba merupakan salah satu musuh yang paling besar untuk dilawan. “Ansor tidak akan lelah untuk melakukan kegiatan ini. Kami juga diberi mandat oleh pak kanwil untuk mengirimkan ustaz-ustaz muda di lapas,” ujarnya.

Kepala Kanwil Kemenkumham Banten, Ajub Suratman mengatakan, di lapas juga terdapat kegiatan keagamaan yang sama dengan pondok pesantren. Oleh karena itu, dia mengajak GP Ansor bekerja sama untuk mengisi kajian-kajian keagamaan di lapas. “Agar bisa membuat lapas ini menjadi produktif, GP Ansor bekerja sama untuk dapat melakukan pembinaan dari sisi pendekatan keagamaan,” ucapnya.

Wali Kota Serang, Tubagus Haerul Jaman menuturkan, Pemkot Serang mengapresiasi kegiatan Baanar untuk mengisi kegiatan keagamaan di lapas yang didominasi napi kasus narkoba tersebut.
“Ini sangat positif tentunya dan lapas menyambut baik untuk berkumpul di sini, berdoa di sini. Tadi kalapas mengatakan, bahwa hampir 60 persen ini kasusnya narkoba, berarti tantangannya, adalah narkoba,” tuturnya.

Ia berharap, kepada seluruh warga binaan lapas, setelah selesai menjalani masa pidananya kembali menjadi warga negara yang baik dan bermanfaat bagi bangsa. “Ini adalah pembelajaran kami semua untuk lebih baik lagi, mudah-mudahan seluruhnya tidak akan pernah lagi terjerumus dengan hal yang tidak baik dan negatif,” katanya.

Kalapas Serang, Suherman menuturkan, dari jumlah keseluruhan penghuni lapas, hampir 60 persen di antaranya kasus penyalahgunaan narkoba. Sehingga, dia rutin melakukan penggeledahan dan tes urine terhadap penghuni lapas. “Jadi, 60 persen di sini narkoba, 400 (orang) lebih (kasus) narkoba. Kami rutin lakukan penggeledahan. Kami harapkan mereka semua di sini tidak menggunakan lagi. Kami juga lakukan dengan pendekatan agama,” ujarnya.

Menurut dia, pendekatan agama tersebut, karena mengingat Banten unsur religinya kuat, sehingga dia menggandeng GP Ansor untuk bisa melakukan pembinaan di dalam lapas. “Kami mengimbau GP Ansor, karena Banten basic-nya religi. Ke depan kami bentuk pesantren yang sama dengan di luar,” ucapnya. (Masykur/Job)***


Sekilas Info

Masjid Agung di Alun-alun Barat Kota Serang, DMI: Benahi Sarana Ibadah yang Ada

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang disarankan, agar membenahi dan mengembangkan sarana ibadah di Alun-alun Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *