Ustadz Maulana Meriahkan Gebyar KIBBLA

SERANG, (KB).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang menggelar acara ‘Gebyar KIBBLA’ seminar akselerasi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Serang, di lapangan tenis indoor, Pemkab Serang, Rabu (6/11/2019). Kegiatan dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tersebut dimeriahkan oleh penceramah kondang Ustadz Muhamad Nur Maulana.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang Dr Sri Nurhayati mengatakan, kegiatan ini dilakukan berkaitan dengan peringatan hari kesehatan nasional ke-55. “Setiap tahun biasa diperingati setiap tanggal 12 November. Tema HKN ke-55 ini ‘Generasi Sehat Indonesia Unggul’. Tema ini sangat sinergi dengan visi misi bupati Serang yaitu menaikan IPM,” ujarnya.

Sri menjelaskan, pihaknya menyadari betul bahwa generasi sehat akan didapatkan apabila perbaikan sektor ekonomi dan kesehatan bisa ditingkatkan. Sehingga akan terjadi generasi sehat. “Memang pemkab sudah memprioritaskan, disamping infrastruktur pendidikan juga kesehatan. Momen HKN adalah pengungkit kepada semua stakeholder bahwa kesehatan akan baik manakala seluruh stakeholder berkontribusi,” ucapnya.

Ia mengatakan, derajat kesehatan masyarakat salah satu indikatornya adalah AKI/AKB dan harapan hidup. Pihaknya prihatin karena saat ini AKI dan AKB masih jadi PR. “Oleh karena itu, dalam rangka HKN salah satunya menginginkan penurunan AKI dan AKB, kita semua harus sinergi dan bergandengan erat. Sehingga apapun kendala bisa kita lewati dan laksanakan,” ucapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri mengapresiasi adanya kegiatan Dinkes dengan menghadirkan ustadz level nasional tersebut. Ia berharap acara ini bisa menekan AKI dan AKB. “Kami berharap pada tokoh agama dan ketua MUI untuk di setiap dakwahnya menyelipkan materi pentingnya kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.

Ustadz Muhamad Nur Maulana dalam ceramahnya mengatakan, anak anak akan menjadi generasi terbaik bangsa. Sedangkan wanita hamil akan dibukakan satu pintu Rizki padanya. “40 hari kali 3 yaitu 4 bulan dimasukkan tuh, 40 hari pertama cairan, 40 hari kedua ada dagingnya, 40 hari berikutnya sudah jadi ruhnya,” ujarnya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here