USBN Standar Mengukur Pelayanan Pendidikan

SERANG, (KB).- Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) sebagai instrumen mengukur pelayanan pendidikan nasional, sesuai dengan standar pendidikan yang ada di sekolah. Hal tersebut diungkapkan Kabid Pendidikan Khusus pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten Arkani.

“USBN untuk anak berkebutuhan khusus dilaksanakan pada semua tingkatan SD, SMP dan SMA, dan dilaksanakan selama empat hari dimulai pada Senin-Kamis 8-11 April 2019,” kata Arkani ditemui di Disdikbud Banten, Selasa (9/4/2019).

Ia menjelaskan, soal USBN dibuat oleh tim guru yang sudah memiliki sertifikasi dan sesuai dengan kisi-kisi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hasil dari USBN tersebut menjadi potret pelayanan pendidikan pada pendidikan khusus di Banten.

“Kemendikbud bisa memotret pendidikan khusus dari hasil USBN. Capaian prestasi siswa dan guru dalam menyampaikan materi di kelas bisa dinilai dari hasil USBN ini,” ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan, kelulusan SMA bagi anak berkebutuhan khusus yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) agar menerima lulusan anak berkebutuhan khusus, untuk bisa melanjutkan kuliah di Untirta.

“Kami sudah lakukan pembicaraan ke arah sana. Selanjutnya kami akan menindaklanjuti dengan nota kesepahaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SKh Negeri 02 Kota Serang Nani Wiratni mengatakan, siswa yang mengikuti USBN di sekolah sebanyak 36 peserta. Terdiri dari 20 siswa dari jenjang pendidikan SD, SMP 15 peserta dan seorang pelajar untuk jenjang pendidikan SMA.

“Dari 36 peserta USBN memiliki berbagai kekhususan, yaitu tuna rungu, tuna netra (low vision), tuna grahita dan tuna daksa,” ucapnya.

Ia mengatakan, bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, pihak sekolah mendaftarkan siswa tersebut untuk mengikuti ujian nasional (UN). Peserta UN SMA hanya diikuti satu peserta, tentunya membimbing mereka jika ingin melanjutkan.

“Mudah-mudahan anak didik kami bisa melanjutkan pendidikan lebih tinggi, ataupun bisa bekerja. Ilmu yang sudah mereka raih di sekolah bisa bermanfaat dan bisa diaplikasikan,” tuturnya. (DE/MH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here