Usai Bersalin, ART Tega Habisi Nyawa Bayi

TANGERANG, (KB).- Kepolisian Resor Tangerang Selatan menetapkan wanita berinisial LSS (20) sebagai tersangka pembunuhan anak di bawah umur. Ironinya, korban merupakan anak yang keluar dari rahim tersangka sendiri. LSS merupakan asisten rumah tangga (ART) di Perum Arinda Permai, Kelurahan Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan, majikan LSS memiliki beberapa ART. Perbuatan tersangka terbongkar setelah ART bernama Sutarti mencium aroma tak sedap dari gudang rumah, Senin (18/2/2019). Ketika Sutarti memeriksa gudang tersebut, ditemukan mayat bayi laki-laki dibungkus plastik.

Ia tidak tinggal diam, tetapi melaporkan penemuan orok tak bernyawa itu kepada majikannya. Lalu, dilaporkan ke polisi. Satreskrim Polres Tangsel melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.

Sebelum bau menyengat tercium, kata dia, pada Kamis (14/2/2019) LSS mengalami pendarahan dan pingsan. Pemilik rumah membawa LSS ke Rumah Sakit Aqidah Parung Serab, tetapi tidak bisa dirawat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Permata Ibu. Kepada majikannya, LSS mengaku, terjatuh dari tangga rumah.

“Dari dasar itu dilakukan penyelidikan kepada tersangka atas kejadian di rumah tersebut. Setelah diinterogasi, janin tersebut berasal dari yang bersangkutan,” ujarnya, Kamis (21/2/2019).

LSS menghabisi nyawa sang bayi setelah melahirkan. Ia membekap mulut orok mungilnya menggunakan kain. “Ketika baru lahir dibekap dengan menggunakan kain, sehingga meninggal dunia,” ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, polisi juga masih melakukan pengembangan, karena hingga kini belum diketahui motif pasti tersangka LSS tega menghabisi nyawa orok tak berdosa pada Kamis (14/2/2019).

Karena, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara kepolisian, LSS mengaku, nekat membekap mulut bayinya seusai bersalin, karena kecewa kepada suaminya yang tidak mau bertanggung jawab atas kehamilannya.

Namun, LSS tidak dapat menunjukkan bukti sah jika dirinya telah berkeluarga, baik dalam bentuk kartu keluarga maupun buku nikah. “Alasannya, karena tersangka merasa kecewa kepada yang dia sebut suaminya,” tuturnya.

Polisi sedang memburu laki-laki yang menghamili LSS. Sekaligus memastikan tersangka sudah nikah atau justru hamil, karena pergaulan bebas.

Atas perbuatan menghilangkan nyawa orang lain, LSS disangkakan Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 341 KUHP. Ancaman hukumannya penjara paling lama 15 tahun. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here