Urus Tilang Harus Antre

Pelanggar lalu lintas antre menunggu hasil sidang dan mengurus perkara di Kantor Kejari Cilegon, Jumat (31/1/2020).*

CILEGON, (KB).- Ratusan pengguna kendaraan yang terkena tindakan langsung (Tilang), karena melanggar peraturan lalu lintas mengantre di Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon, Jumat (31/1/2020).

Mereka terpaksa berdesakan, karena menunggu hasil sidang dan mengurus perkaranya, di antaranya hendak mengambil surat tanda nomor kendaraan (STNK) atau surat izin mengemudi (SIM).

Menurut keterangan, mereka sebelumnya terkena razia petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Cilegon, karena melakukan sejumlah pelanggaran lalu lintas.

Pantauan di lokasi, para pengguna kendaraan telah memenuhi Halaman Kantor Kejari Cilegon sejak pukul 08.00 WIB. Padahal, layanan loket Kejari Cilegon dibuka pukul 10.00 WIB.

Ditambah lagi, layanan pengambilan STNK atau SIM bagi para pelanggar, baru dibuka oleh Kejari Cilegon pukul 13.00 WIB.

Kepala Kejari Cilegon Andi Mirnawati mengatakan, kondisi tersebut terjadi di Kejari Cilegon setiap Jumat.

“Ini sudah rutinitas pada Jumat. Antre dari jam 08.00 WIB, padahal layanan STNK dan SIM jam 13.00 WIB,” katanya saat ditemui di Kantor Kejari Cilegon, Jumat (31/1/2020).

Menurut dia, kondisi tersebut, tercipta akibat dari aturan pengambilan hasil sidang perkara pelanggaran lalu- lintas, dilakukan sepekan sekali. Akibatnya, Kantor Kejari Cilegon dipenuhi para pelanggar lalu lintas setiap Jumat.

“Pada aturan, penyerahan hasil sidang perkara lalu lintas diserahkan PN pada Jumat setiap pekan. Sementara, dalam kurun 1 x 24 jam, Kejari sudah harus membuka pelayanan pengambilan hasil tilang kendaraan bermotor. Makanya, setiap Jumat jadi penuh kantor ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pada 2019 terdapat 15.028 unit kendaraan di Cilegon yang ditilang. Di mana per bulan, rata-rata jumlah kendaraan yang terkena tilang sebanyak 500 kendaraan.

“Bayangkan, sebulan itu ada 500 kendaraan yang terkena tilang. Makanya, saya meminta petugas pelayanan, memberikan layanan secara prima,” tuturnya.

Sementara itu, Unayah seorang pelanggar telah antre sejak pukul 08.00 WIB. Ia sengaja datang sejak pagi, meskipun layanan pengambilan STNK atau SIM dilakukan pukul 13.00 WIB.

“Katanya, kalau ingin cepat dapat layanan, harus datang sejak pagi. Makanya, saya datang pagi-pagi,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here