UPI Dukung Wacana Pengurangan SKS

Herli Salim, Direktur UPI Kampus Serang.*

SERANG, (KB).- Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang mendukung wacana penyederhanaan Satuan Kredit Semester (SKS) untuk program S1 dan Diploma. Hal tersebut dianggap membebani mahasiswa.

Direktur Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang, Herli Salim mengatakan, dengan jumlah 144 SKS untuk program sarjana dan 120 SKS untuk program diploma, yang diterapkan saat ini dinilai membebani mahasiswa dan seringkali materi yang masih serumpun.

“Saya mendukung karena selama ini mahasiswa dibebani materi pembelajaran, pengurangan SKS membuat mahasiswa fokus pada kepeminatan,” kata Herli kepada Kabar Banten, Senin (10/12/2018).

Ia mengatakan, penyederhanaan SKS ini juga masih dalam wacana karena ada Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang dilindungi oleh undang-undang. Mata kuliah tersebut juga memiliki persyaratan kelulusan dan Mata Kuliah Bidang Studi (MKBS).

“Penyederhanaan SKS tersebut bisa dimulai dengan meredefinisi mata kuliah agar lebih bersifat soft skill. Pengurangan SKS harus diiringi penambahan infastruktur perkuliahan yang memadai, sehingga pembelajaran materi perkuliahan lebih mendalam,” katanya.

Ia menuturkan, pengurangan akan membuat waktu belajar mahasiswa menjadi lebih longgar, sehingga bisa memperdalam materi dengan lebih baik. Struktur mata kuliah perlu dirampingkan agar mahasiswa fokus pada mata kuliah yang relevan di bidangnya.

“Pengurangan tersebut agar mahasiswa lebih enjoy dalam kuliah, karena banyak waktu untuk membina kemitraan mahasiswa tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan (Menristekdikti) Mohammad Nasir mewacanakan untuk memangkas jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) pada jenjang Sarjana (S1 ) dan Diploma. “Kalau SKS terlalu banyak, mahasiswa dan dosen tidak bisa mengeluarkan kemampuannya dengan baik dan dosen tidak bisa melakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas mengajar,” tuturnya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here