Upayakan Beras Jaseng Masuk Program Sembako, PT ASB Koordinasi ke Dinsos

SERANG, (KB).- PT Agro Serang Berkah (ASB) sebagai salah satu perusahaan yang memasarkan beras Jawara Serang (Jaseng melakukan koordinasi ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang. Hal tersebut, dilakukan untuk menjembatani, agar beras dari petani lokal Kabupaten Serang tersebut, dapat masuk dalam program sembako.

Direktur Utama PT ASB Eneng menuturkan, beberapa waktu lalu, pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinsos Kabupaten Serang untuk membahas terkait penggunaan beras Jaseng dalam program sembako.

Sebab, sampai saat ini, beras Jaseng yang dihasilkan dari petani lokal belum masuk dalam program sembako atau yang sebelumnya bernama program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Kabupaten Serang.

“Mudah-mudahan kami bisa menjembatani petani lokal melalui program BPNT atau program sembako, karena semuanya harus ada proses, tidak seperti di pasar,” katanya kepada Kabar Banten, Sabtu (1/2/2020).

Baca Juga : Beras Jaseng Ditargetkan Masuk di BPNT

Menurut dia, koordinasi saat ini terus dilakukan dengan Dinsos Kabupaten Serang. Hal tersebut dilakukan, karena saat ini pihaknya juga belum mengetahui bagaimana mekanismenya, agar beras Jaseng masuk program sembako.

“Kemarin memang kami ke Dinsos, itu sifatnya baru silaturahmi, karena baru pertama kali kami ke sana juga,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, untuk target beras Jaseng masuk ke program tersebut, sudah sejak awal atau tahun sebelumnya. Hanya saja, baru tahun ini, pihaknya melakukan koordinasi langsung ke Dinsos Kabupaten Serang. Target beras Jaseng masuk program sembako juga menjadi salah satu harapan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, karena sebagai salah satu upaya untuk membantu kesejahteraan dan meningkatkan semangat petani lokal Kabupaten Serang.

“Hasilnya ya doakan saja, mudah-mudahan ada rezekinya saja, mudah-mudahan bisa membantu para petani kami. Kami sifatnya baru koordinasi, koordinasi dengan Dinsos baru pertama kali ini,” ucapnya.

Baca Juga : BPNT Ganti Nama Jadi Program Sembako

Ia menjelaskan, masih banyak proses yang harus ditempuh, agar beras Jaseng masuk dalam program sembako. Salah satunya dengan mengumpulkan berkas-berkas administrasi.

“Banyak yang harus ditempuh, karena mereka membutuhkan berkas administrasinya. Kalau sudah jelas dikasih, baru nanti tindak lanjutnya seperti apa. Kalau kemarin sih baru sifatnya silaturahmi saja (ke Dinsos),” tuturnya.

Kepala Seksi (Kasi) Bantuan Stimulan dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinsos Kabupaten Serang Suheri membenarkan, bahwa PT ASB melakukan pertemuan dengan Dinsos Kabupaten Serang untuk membahas terkait beras Jaseng tersebut.

“Iya ada pertemuan dengan PT ASB terkait beras Jaseng masuk ke program sembako. Ini nanti akan ditindaklanjuti, masih dalam pembahasan,” katanya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here