Kamis, 18 Oktober 2018

Upah Belum Dibayarkan, Pekerja Proyek Penanganan Sungai Cibinuangeun Mundur

LEBAK, (KB).- Pelaksanaan pekerjaan proyek penanganan Sungai Cibinuangeun yang didanai APBD Provinsi Banten tahun anggaran (TA) 2018 sebesar Rp 6.924.060.000, oleh PT Mahkota Ujung Kulon (MUK) diwarnai sejumlah persoalan.

Selain dugaan adanya sejumlah kejanggalan pada pasangan juga sudah beberapa hari ke belakang ditinggalkan oleh puluhan pekerja. Menurut beberapa pekerja di proyek tersebut, sebagian besar pekerja di proyek penanganan Sungai Cibinuangeun kini pergi meninggalkan pekerjaannya terkait pembayaran upah.

”Saat ini yang masih bekerja di proyek tersebut hanya tersisa sebanyak tujuh orang, padahal sebelumnya ada sekitar 30 orang pekerja. Saya dan sejumlah teman memilih untuk mundur karena persoalan upah yang belum dibayar. Selama bekerja kami belum menerima upah sesuai yang dijanjikan. Selama bekerja kami hanya diberi pinjaman saja,” ujar Ade, salah seorang warga yang sebelumnya bekerja di proyek tersebut.

Menurutnya, para pekerja di proyek tersebut merupakan warga yang sangat membutuhkan uang untuk kepentingan biaya hidup. Karena itu, ketika pembayarannya tersendat para pekerja kabur untuk mencari pekerjaan lain. ”Kami ini kuli pak yang butuh uang untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Karenanya, kalau hasil keringat kami belum dibayar saja kami lebih baik pergi,” tuturnya.

Hal senada dikatakan warga yang masih bertahan bekerja di proyek tersebut. Mereka mengaku hingga saat ini masih berharap upahnya akan dibayarkan. “Kami berharap mudah-mudahan secepatnya segera dibayar karena kami juga sangat membutuhkannya,” ujar salah seorang pekerja kepada sejumlah wartawan.

Sementara itu, manajer operasional PT MUK, Budin, mengakui terjadinya pengurangan jumlah pekerja dalam proyek normalisasi sungai. ”Persoalannya memang soal uangnya belum ada. Ya mau bagaimana lagi,” katanya.
Namun demikian, lanjut Budin, pihaknya akan menyelesaikan pekerjaan hingga selesai. ”Progres pekerjaan hingga sekarang sudah mencapai sekitar 60 persen lebih. Sisanya tinggal sekitar 100 meteran lagi pak,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, proyek penanganan Sungai Cibinuangeun yang didanai APBD Provinsi Banten tahun anggaran (TA) 2018 sebesar Rp 6.924.060.000, yang dikerjakan PT Mahkota Ujung Kulon (MUK) diduga dikerjakan asal-asalan.

Hal itu terlihat dari adanya sejumlah titik pasangan yang sudah terpasang mengalami retak serta kedalaman galian untuk kaki pasangan tembok penahan tanah (TPT) diduga tidak sesuai spesifikasi teknik sesuai instruksi konsultan pengawas. (DH)*


Sekilas Info

Kios di Pasar Bayah Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp 120 Juta

LEBAK, (KB).- Peristiwa terbakarnya kios kaki lima di area pasar Bayah atau Terminal Bayah Betulan Kampung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *