Untuk SMA Sederajat, PPDB Gunakan Dua Sistem

SERANG, (KB).- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten melaksanakan rapat koordinasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK dan Sekolah Khusus (SKh), melalui live streaming Dindikbud Banten, Senin (11/5/2020).

PPDB dilaksanakan melalui dua mekanisme, yakni menggunakan dalam jaringan (daring) dan luring atau tatap muka.

Ketua Panitia PPDB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten Dwi Zahara mengatakan, pada PPDB tahun akademik 2020/2021 menggunakan dua sistem yakni daring dan luring.

Akan tetapi, untuk daerah yang kesulitan mengakses internet, pihaknya bisa mengakomodasi penerimaan peserta didik secara offline dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Bagi daerah yang kesulitan (online), bisa menggunakan tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan virus corona atau Corona virus disease (Covid-19),” kata Dwi kepada Kabar Banten.

Persiapan PPDB

Ia menuturkan, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru, yakni melakukan daring susunan zona dalam zonasi PPDB bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MMKS), kemudian melakukan rapat koordinasi regulasi PPDB dan terkait Peraturan Gubernur (Pergub) sudah dilaksanakan sebanyak 6 kali pertemuan, serta sudah menyusun petunjuk teknis (juknis) 2020/2021.

“Kami juga mempersiapkan pelatihan aplikasi daring secara teknis dan secara instalasi kepada wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan operator PPDB. Kami berharap masyarakat, orangtua siswa dan sekolah memperhatikan tahapan-tahapan penerimaan peserta didik baru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tahapan PPDB pengumuman dilaksanakan pada Mei pekan ke dua, kemudian setelah pengumuman akan dibuka jadwal pendaftaran pada 26 Mei hingga 27 Juni dan dilakukan seleksi. Selanjutnya pengumuman penetapan PPDB yang direncanakan pada 30 Juni, setelah itu daftar ulang yang dilaksanakan pada 1-31 Juli mendatang.

Selain itu, Pergub PPDB dan Surat Keputusan (SK) zonasi juga sudah ditandatangani gubernur dan disusun, dalam waktu dekat akan menyampaikan dan menyosialisasikan PPDB.

“Kami berharap penerimaan peserta didik baru 2020 dapat berjalan dengan baik seperti tahun lalu tanpa dipungut biaya. Kemudian belajar dari pengalaman tahun sebelum-sebelumnya pasti ada kendala. Diharapkan kelemahan dan kendala tersebut diminimalisasi. Kita sudah pelajari kelemahannya apa saja. Kondisi yang kita hadapi sekarang tidak mengurangi kelancaran serta keberlangsungan pendidikan di Provinsi Banten,” ujarnya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here