Senin, 20 Agustus 2018
Siswa sdn bantar panjang belajar tanpa atap, beberapa waktu yang lalu.

Untuk SDN Bantar Panjang, Pemkab Serang Alokasikan Rp 850 Juta

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menganggarkan Rp 850 juta untuk merehab total bangunan sekolah dasar negeri (SDN) Bantar Panjang di Kampung Dahu, Desa Bantar Panjang, Kecamatan Cikeusal. Hal tersebut, karena sejak Oktober 2017 sampai saat ini 65 murid di sekolah tersebut masih harus belajar di bawah tenda darurat akibat ruang kelasnya mengalami kerusakan.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang, AjatGunawan mengatakan, untuk anggaran pembangunan ruang kelas SDN Bantar Panjang saat ini telah dialokasikan. Anggaran tersebut sebesar Rp 850 juta yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Murni 2018. “Sudah ada, jadi secepatnya ini kami tangani,” katanya kepada Kabar Banten, Senin (15/1/2018).

Saat ini, ujar dia, posisinya sedang melakukan cek ke lapangan sambil membawa RAB dan memastikan kondisi terakhir. Pihaknya khawatir, ada perubahan lagi terkait kondisi sekolah tersebut. Selain itu, pihaknya sembari menyusun harga perkiraan sementara (HPS). “Nanti kalau HPS sudah disusun kami masukan (ULP), karena HPS salah satu kelengkapan untuk lelang kan,” ujarnya.

Ia menuturkan, selain SDN Bantar Panjang, ada juga SDN Citasuk yang masuk dalam kondisi segera dibangun. Sebab, dua sekolah tersebut yang kini sedang diharapkan oleh masyarakat dan isunya serta sempat ramai. “Sebenarnya ada tiga, tapi saya lupa satu lagi. Untuk lelangnya ditambah yang sedang kami tangani yang gagal lelang kemarin. Ada 11 yang gagal lelang, ini sedang kami cek lagi, karena HPS harus yang terbaru kan,” ucapnya.

Meski ada beberapa yang akan dilelangkan, namun, tutur dia, fokusnya kali ini masih pada SDN Bantar Panjang. Sebab, sekolah tersebut kondisinya memang sudah darurat dan harus didahulukan. Ia menjelaskan, anggaran Rp 850 juta akan dipakai untuk melakukan rehab total. Meski pada kenyatannya ruang kelas tersebut dibangun ulang, namun dalam istilah bangunan tetap masuk kategori rehab.

“Kalau di istilah kami, pembangunan baru itu kalau lokasinya pindah misalnya ke tanah kosong dan kami bangun baru. Tapi, kalau di lokasi itu lagi, seperti Bantar Panjang, jadi walaupun dibongkar semua tetap masuknya rehab,” katanya. Saat disinggung terkait kondisi tanah yang labil, ujar dia, pihaknya sudah berbicara dengan konsultan dan telah direncakanan untuk fondasinya, agar diperlakukan khusus. Dalam artian, fondasinya agak berbeda dari yang biasa atau konvensional.

“Makanya, agak mahal, sebetulnya kalau untuk empat kelas itu biasanya sekitar Rp 500-600 juta, kalau ini sampai Rp 850 juta, karena memang fondasinya agak berbeda. Jadi, disesuaikan dengan kondisi tanah,” ucapnya. Fondasi jenis tersebut nantinya akan digunakan untuk beberapa sekolah lain yang kondisinya serupa dengan Bantar Panjang. Di mana untuk Kabupaten Serang ada banyak yang daya dukung tanahnya lemah. (DN)***


Sekilas Info

Meriahnya Perayaan HUT RI di Kramatwatu

SERANG, (KB).- Berbagai kegiatan dilakukan masyarakat untuk menyambut sukacitanya Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 73. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *