Untuk Pembangunan 2 Pasar Tradisional, Pemkot Cilegon Akan Dapat Kucuran Rp 12 Miliar

CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon akan mendapatkan kucuran anggaran sebesar Rp 12 miliar dari Pemerintah Pusat. Dana yang bersumber dari angaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tersebut, untuk membiayai pembangunan dua pasar tradisional di dua kecamatan, yakni di Kecamatan Grogol dan Kecamatan Cibeber.

Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi mengatakan, berdasarkan hasil perbincangan dengan Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita akan ada bantuan Pemerintah Pusat untuk pembangunan dua pasar di Kota Cilegon. Meskipun sebenarnya Kota Cilegon tahun depan memproyeksikan pembangunan tiga pasar. “Kalau kebijakan dari pak menteri waktu itu pertemuan akan merealisasikan dua dari tiga pasar yang akan dibangun Pemkot Cilegon. Rencana akan mendapat bantuan dari pusat sebesar Rp 12 miliar untuk dua pasar. Jadi, jika dua pasar, minimal satu pasar dari enam miliar,” katanya.

menggunakan tanah bengkok

Menurut dia, sebelumnya Pemkot Cilegon memang mengusulkan, agar pemerintah pusat dapat menyubsidi pembangunan tiga pasar tradisional, dengan melihat kebutuhan pasar di tiga kecamatan.
Akan tetapi, pihaknya tetap berterima kasih, karena sudah mendapatkan bantuan untuk dua pembangunan pasar tradisional tersebut. “Waktu itu kan pas pak menteri ke Cilegon, sekalian saja saya minta ke beliau APBN untuk bangun dua pasar itu. Alhamdulillah, beliau menyetujui keinginan kami. Langsung saya minta kadisdagperin menyiapkan berkas hari itu juga. Untuk bisa ditandatangani pak menteri,” ujarnya.

Ia menuturkan, rencana pembangunan pasar di dua kecamatan tersebut nantinya tidak akan dilakukan pembebasan lahan dari warga, melainkan menggunakan tanah bengkok atau tanah milik pemerintah, yang saat ini belum digunakan. ¬†“Untuk dua pasar ini rencana tidak akan melakukan pembebasan lahan warga. Tapi, lahan pembangunan menggunakan tanah bengkok milik pemerintah. Jika menggunakan pembebasan lahan, khawatir ribet sendiri. Apalagi nanti harga tanah yang mahal. Jadi, lahan pembangunan kami gunakan tanah bengkok,” ucapnya. Menurut dia, keberadaan pasar di masing-masing kecamatan memiliki dampak positif bagi ekonomi masyarakat. Hal tersebut juga sekaligus mendekatkan masyarakat kepada fasilitas umum, sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh berbelanja kebutuhan ke Pasar Kranggot atau Blok F. (H-43)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here