Untuk Pedagang Pasar Baros, Pemkab Serang Belum Bisa Siapkan Lahan Relokasi

Kondisi Pasar Baros Pascakebakaran Ahad (10/11/2019). Untuk Pasar Darurat di Baros Pemkab Serang Belum Tentukan Lokasi.*

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang belum bisa menyiapkan lahan untuk merelokasi pedagang Pasar Baros. Hal tersebut, karena pemkab belum memiliki anggaran, sehingga saat ini pedagang masih menggunakan lokasi pasar lama yang sebelumnya terbakar.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang Abdul Wahid mengatakan, untuk sementara para pedagang masih akan menggunakan lahan pasar lama. Sebab, pihaknya belum menyiapkan lahan untuk relokasi.

“Paling kami pikirkan nanti fisik. Sudah ada jualan, mereka insiatif sendiri ada dari kayu dan baja ringan, tapi jangan minta ganti rugi (kalau nanti direlokasi), makanya pedagang buat pernyataan dulu dan sudah ada,” katanya kepada Kabar Banten, Kamis (21/11/2019).

Ia menuturkan, Pemkab Serang tidak punya anggaran untuk membeli lahan. Sebab, anggaran saat ini sudah tutup buku. Oleh karena itu, untuk rencana relokasi, pihaknya akan meminta bantuan Provinsi Banten. “Karena, kemarin dewan (saat reses dewan provinsi) mendorong kami ajukan lahan di belakang (Pasar Baros Lama) mudah-mudahan bisa bantu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum relokasi, pihaknya harus menyiapkan lahan lebih dahulu. Pihaknya sebenarnya memiliki dua alternatif lahan untuk relokasi, yakni di Jaha dan lahan bekas fasilitas umum (fasum). “Tapi, kalau pedagang maunya enggak jauh jauh dari bangunan lama,” ucapnya.

Ia menuturkan, untuk lahan di belakang pasar, appraisal pada 2018 memberikan harga Rp 1,1 juta per meter dengan luas 1,3 hektare. Namun, pemkab tak punya anggaran. Untuk lahan di belakang, kemungkinan pihaknya hanya perluasan saja. Sebab, ada pertimbangan dari Provinsi Banten, bahwa mereka akan membangun jalan alternatif ke Pandeglang.

“Enggak bisa kalau tinggi (harganya) yang penting sekarang saya dengar dulu pemilik mau (jual), tapi terlambat karena baru diputuskan Desember. Mudah-mudahan saja bisa nego,” tuturnya.

Baca Juga : Pasar Baros Kebakaran

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, akan menyiapkan pasar sementara yang lokasinya harus berbeda dari lokasi lama. “Karena, nanti akan ada pelebaran jalan sampai badan pasar. Kami ada lahan 4.000 meter keambil 1.200 meter, sisanya 2.800 meter jelas tidak akan cukup menampung pedagang,” katanya.

Kedua, ujar dia, jalan tersebut merupakan jalur arteri atau jalan utama yang menghubungkan dua simpul pertumbuhan, yakni Serang Pandeglang.

“Jalan negara tidak boleh ada kegiatan yang menimbulkan bangkitan kerumunan orang. Jadi, harus relokasi. Kalau sekarang dia bangun sementara kami diamkan saja, karena kami belum punya lahan. Ada dua lahan alternatif di fasos dan fasum 2 hektare atau Pasar Jaha yang dulu tidak jadi apakah akan sewa atau kami beli sekaligus,” ucapnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim mengatakan, pemprov tidak jadi melakukan pelebaran jalan. Namun, akan membuat dua jalur jalan dari sport center menuju Pandeglang.

“Tahun ini kami pembebasan, sehingga ke Baros jalannya silang. Ini kondisi yang kami evaluasi kalau pelebaran Baros akan lebih besar anggarannya. Makanya, kami buat jalur baru dari sport center, tahun ini pemprov bangun sport center dengan anggaran Rp 500 miliar dengan tahun jamak dan tahun ini Rp 270 miliar,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here