Sabtu, 23 Februari 2019

Untuk Korban Tsunami Selat Sunda, Irna Narulita Perjuangkan Santunan Kematian

PANDEGLANG, (KB).- Pemkab Pandeglang terus berjuang untuk memberikan santunan kematian bagi warganya yang meninggal dunia akibat terdampak bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi pada 22 Desember 2018. Selain dari penggalangan dana Corporate Social Responsibility (CSR), juga akan diusulkan dari dana Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.

Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita membenarkan pihaknya akan berjuang untuk memberikan santunan kematian bagi korban meninggal dunia akibat bencana tsunami. Saat ini dari total 351 korban meninggal, baru tercatat sebanyak 117 warga Pandeglang. Sisanya adalah warga luar Pandeglang.

Meski demikian, bagi korban meninggal dunia bukan warga Pandeglang tetap akan diusulkan mendapatkan santunan. Karena saat kejadian mereka sedang berlibur di Pandeglang. Untuk itu, lanjut Irna, korban tersebut akan segera diusulkan ke Kemensos RI untuk mendapatkan santunan.

“Sebanyak 117 warga itu adalah korban yang sudah terverifikasi identitasnya. Nantinya, masing-masing korban meninggal dunia akan mendapat santunan sebesar Rp 15 juta,” kata Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita kepada Kabar Banten, Ahad (13/1/2019).

Menurut Irna, penerima santunan itu diajukan secara bertahap. Sebab saat ini jajarannya masih melakukan pendataan pasti korban meninggal dunia asal Pandeglang. “Meski jumlah korban belum ditetapkan melalui keputusan bupati, tetapi karena data ini update terus dan ditunggu oleh Kemensos RI, jadi kami akan bertahap mengusulkan nama yang sudah terverifikasi,” tuturnya.

Sementara bagi korban meninggal dari luar Pandeglang, lanjut Irna, masih dilakukan validasi dan verifikasi oleh Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan rumah sakit yang menangani para korban. Mereka merupakan wisatawan yang saat kejadian sedang berlibur di Pandeglang.

“Ibu benar-benar mohon maaf, saat ini yang baru lengkap secara by name by address itu baru tercatat 117 orang warga Pandeglang. Wisatawan tetap dapat santunan, namun saat ini sedang disusun oleh Dinkes, Dinsos, dan rumah sakit yang menangani,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkab juga akan berkoordinasi dan bekerja sama dengan Kemendagri untuk memastikan identitas setiap korban agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. “Selain dengan Kemensos, kami juga bekerja sama dengan Kemendagri untuk bersama-sama mengurus korban meninggal bukan warga Pandeglang. Pasti kami selesaikan semuanya dengan baik,” ucapnya.

Selain santunan kematian untuk korban meninggal, pemerintah juga akan memperhatikan para pengungsi yang rumahnya mengalami kerusakan berat maupun rusak total akibat terdampak tsunami. Pemkab akan berupaya mencari bantuan melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

“Ya tidak akan cukuplah. Makanya kami mencari bantuan dari CSR BUMN dan BUMD agar fokus membantu pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak musibah ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat semua komponen bisa pulih secepatnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Sandi, dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang, Yahya Gunawan mengatakan, jumlah korban meninggal kembali berubah. Sebelumnya Pemkab mencatat ada 427 warga yang meninggal.

“Namun setelah proses verifikasi dan validasi terus berjalan, kini jumlahnya menyusut menjadi 351 orang. Dimana 117 di antaranya adalah warga Pandeglang. Sedangkan 229 warga non Pandeglang. Serta 5 korban lainnya tidak teridentifikasi,” tuturnya. Yahya pun memastikan bahwa jumlah tersebut masih bisa berubah sejalan dengan proses pemutakhiran data yang terus berlangsung. (IF)*


Sekilas Info

HUT Ke-31, PDAM Tirta Berkah Komitmen Optimalkan Pelayanan

PANDEGLANG, (KB).- Dalam memperingati HUT ke-31, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Berkah Pandeglang menggelar tasyakuran, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *