Untuk Jaga Kerukunan, MUI dan FKUB Imbau Warga Terima Hasil Pilpres 2019

SERANG, (KB).- Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mengimbau warga Provinsi Banten agar menerima dengan rasa syukur hasil pemilihan presiden (Pilpres) 2019 yang dimenangkan pasangan Ir. H. Joko Widodo-Prof. Dr, KH. Ma’ruf Amin.

“KPU RI telah menetapkan Ir. H. Joko Widodo sebagai Presiden RI dan Prof. Dr, KH. Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden,” kata Ketua MUI Banten, KH. AM. Romly kepada Kabar Banten, Ahad (29/09/2019).

KH. AM Romly yang juga Ketua Umum FKUB Banten meminta warga dapat memaknai terpilihnya Presiden RI dan Wakil Presiden RI dalam Pemilu Presiden 2019 sebagai kemenangan bersama bangsa Indonesia dan sebagai wujud keberhasilan melaksanakan demokrasi dengan penuh keadaban.

“Kita harus terus menjalin persaudaraan, meneguhkan persatuan, melihara kerukunan dan kedamaian. Sebab, kelangsungan pembangunan nasional memeperlukan suasana kondusif,” kata KH. Romly.

Imbauan MUI dan FKUB tersebut, terkait dengan maraknya aksi tuntutan pembatalan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang rencananya digelar 20 Oktober 2019. Romly meminta masyarakat tidak terpancing oleh ajakan-ajakan yang kontraproduktif dan dapat menyebabkan gesekan antarumat Islam dan antar umat beragama.

“Masyarakat jangan terpancing dengan ajakan untuk meramaikan aksi yang berpotensi menimbulkan perpecahan di antara sesama umat,” ujar Romly.

Romly menegaskan, isu bahwa negara menzalimi ulama dan umat muslim sebagai hoax. Justru, kata dia, selama ini MUI mendapat dukungan penuh dari pemerintah untuk menjadi wadah silaturahim dan kordinasi bagi semua ulama dari berbagai golongan dalam kehidupan umat muslim.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten Dr. H. Bazary Syam mengimbau masyarakat menjaga kondusivitas sesama umat beragama dengan tidak melakukan hal-hal yang memperkeruh suasana.

“Pemerintah berusaha melakukan proses pembangunan untuk memenuhi tugas pelayanan publik bagi masyarakat. Jika ada isu bahwa pemerintah merugikan umat agama tertentu, dapat dipastikan itu merupakan hoax. Kami berusaha agar semua agama di Indonesia dapat menjalankan kewajiban dan peribadatannya masing-masing,” ujar Bazary Syam.

Menurut Bazary, tidak mungkin pemerintah benci dan memerangi agama tertentu. Pasalnya, salah satu tugas pemerintah melindungi kehidupan beragama sesuai tuntutan UUD’ 45. Ia juga mengajak masyarakat menjaga ketentraman dan ketertiban di lingkungan masing-masing, sehingga semua warga berada dalam kehidupan yang harmonis.

“Kita harus membuktikan bahwa Provinsi Banten tetap kondusif dan masyarakatnya tidak ikut-ikutan aksi ke Jakarta. Jika pun ikut, sebaiknya tidak mengganggu atau mengurangi kenyamanan warga lain yang sedang melakukan aktivitas keseharian,” ujar Bazari. (SY)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here