Untuk Biaya Pendaftaran, Calon Ketua Hanura Banten Dipatok 10 Juta

SERANG, (KB).- Panitia pelaksana Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Hanura Banten mewajibkan setiap calon ketua membayar biaya pendaftaran. Besaran yang ditentukan sebesar Rp 10 juta per calon.

Sekretaris SC Musdalub DPD Hanura Banten Ahmad Jajuli menuturkan, Musdalub DPD Hanura Banten dilaksanakan pada 7 sampai 8 Desember 2019 di salah satu hotel di Kota Tangerang. Agenda di dalamnya, memilih Ketua DPD Hanura Banten untuk menggantikan Ahmad Subadri yang mengundurkan diri.

Sampai kemarin, tercatat ada tiga calon ketua yang mendaftar. Mereka adalah Ketua DPC Kota Cilegon H. Syafik Toyib, Pengurus DPP Hanura Raden Hardianto Priyokusumo, dan Plt Ketua DPC Hanura Kota Serang Upiyadi Mouslekh.

“Secara normatif masih dimungkinkan adanya pendaftar, karena itu nanti kita terima pendaftaran terakhir menjelang pleno. Namun kalau berdasarkan hari ini, berdasarkan berkas yang sudah masuk ya tiga orang itu,” katanya, Kamis (5/12/2019).

Setiap calon ketua diwajibkan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 10 juta. Selain itu, mereka juga harus membiayai kegiatan Musdalub. Mekanismenya seluruh kebutuhan Musdalub dibagi oleh calon yang mendaftar. “Kalau di Hanura itu untuk pendaftaran itu bayar sebesar (Rp) 10 juta per calon,” ujarnya.

Adapun total suara yang diperebutkan oleh para calon berjumlah 12. Terdiri atas 8 suara DPC kabupaten/kota di Banten, 1 suara Laskar Pemuda Hanura (Lasnura) Banten, 1 suara DPD Hanura Banten, 1 suara dewan penasihat DPD Hanura Banten dan 1 suara DPP Hanura. “Ada lagi sebetulnya tapi belum ada kepastian yaitu Srikandi Hanura,” ujarnya.

Ketua DPD Hanura yang terpilih pada Musdalub ditugaskan memimpin sampai dengan pelaksanaan Musda pada tahun berikutnya. Kemudian, yang bersangkutan juga harus mengambil alih kantor bekas DPD Hanura Banten versi Eli Mulyadi di sekitar KP3B, Kota Serang. “Itukan nanti tugasnya ketua yang baru,” ucapnya.

Saat ini kantor tersebut masih dalam keadaan kosong. Pihaknya masih mengontrak di salah satu ruko di Kota Serang.

“Kemarin sempat dipakai barisan nusantara waktu pilpres, tapi sekarang setahu kami kosong. (Aset yang sudah diambil) kendaraan itu baru satu yaitu double kabin yang kami ambil, sementara yang lain masih di pihak mereka. Dan apabila nanti ternyata pengambilalihan membutuhkan waktu maka penyediaan kantor menjadi tanggung jawab ketua terpilih,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad Subadri mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPD Hanura Banten dengan alasan urusan pribadi. Pengurus masih aktif kemudian melaksanakan Musdalub untuk menggantikan yang bersangkutan. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here