Untirta Terima 1.290 Mahasiswa Baru

SERANG, (KB).- Sebanyak 92.331 siswa diterima Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019. Jumlah ini berkurang dibanding tahun lalu yang mencapai 110.946 orang. Untuk Untirta, sebanyak 1.290 siswa yang diterima sebagai mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN tersebut.

“Jumlah tersebut sudah memenuhi kuota yakni 30 persen,” kata Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Fatah Sulaiman, Jumat (22/3/2019). Ia mengatakan, ada 17.000 peserta yang mendaftar dari pemilihan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 1 dan PTN 2 di seluruh Indonesia.

“PTN 1 Untirta sekitar 11.000 pendaftar dari jumlah yang diterima melalui jalur SNMPTN sebanyak 1.290. Sesuai dengan daya tampung SNMPTN,” ujar Fatah kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, pengumuman tersebut dimajukan satu hari untuk memberikan kesempatan pada peserta yang tidak lulus untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Pada penerimaan SNMPTN tersebut Banten paling mendominasi sekitar 80 persen, dan ada sekitar 30 provinsi yang ikut mendaftar di Untirta. Selain itu, prodi baru seperti ilmu gizi juga banyak peminatnya. Kemudian mereka bisa melakukan registrasi online dan melakukan tes kesehatan serta tes narkoba di klinik Untirta sesuai dengan jadwal yang ditetapkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengumumaan SNMPTN bisa dilihat di laman http://pengumuman.snmptn.ac.id dan bagi mahasiswa baru yang ingin melakukan registrasi bisa dilihat di laman http://maba.untirta.ac.id, mulai mempersiapkan kelengkapan dokumen registrasi yang akan dilaksanakan pada 29 Maret 2019.

“Selamat kepada peserta yang telah dinyatakan lulus, dan bagi yang belum lulus, bisa mendaftar melalui jalur SBMPTN, dan bagi peserta yang sudah diterima di SNMPTN tidak boleh mendaftar di SBMPTN,” katanya.

Berkurang

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, terjadi penurunan siswa yang diterima di PTN melalui jalur SNMPTN. Tahun lalu, mencapai 110.946 orang. Pada tahun lalu, jumlah siswa yang mendaftar sebanyak 586.155 orang.

Nasir mengatakan, turunnya jumlah siswa yang diterima tersebut dikarenakan seleksi berdasarkan akreditasi sekolah, yang mana sekolah dengan akreditasi A mengambil 40 persen terbaik di sekolahnya, akreditasi B mengambil 25 persen terbaik di sekolahnya dan akreditasi C lima persen terbaik.

Sedangkan untuk pendaftar beasiswa Bidikmisi, yang diterima pada tahun ini sebanyak 28.069 siswa dari 137.149 siswa yang mendaftar. Bidikmisi merupakan beasiswa bagi siswa dari keluarga yang tidak mampu namun memiliki prestasi akademik.

Untuk persentasi pendaftaran dan diterima per provinsi yakni Jawa Barat sebanyak 74.275 siswa dan Jawa Timur untuk jumlah siswa yang diterima sebanyak 13.373 siswa. Sementara, untuk jumlah yang diterima SNMPTN dari jalur Bidikmisi paling banyak dari Jawa Timur sebanyak 2.769 siswa.

Sebanyak 10 besar siswa yang diterima per PTN yakni Universitas Brawijaya (3.957), Universitas Negeri Padang (2.591), Universitas Sumatera Utara (2.508), Universitas Pendidikan Indonesia (2.493), Universitas Jember (2.215), Universitas Andalas (2.154), Universitas Diponegoro (2.146), Universitas Negeri Semarang (2.115), Universitas Halu Oleo (2.070), dan Universitas Syiah Kuala.

Sementara, sebanyak 10 besar siswa yang berpotensi diterima Bidikmisi per PTN yakni Universitas Negeri Padang (1.390), Universitas Halu Oleo (1.097), Universitas Syah Kuala (1.063), Universitas Andalas (832), Universitas Pendidikan Indonesia (825), Universitas Jember (678), Universitas Sebelas Maret (654), Universitas Sumatera Utara (650), Universitas Mataram (616), dan Universitas Tadulako (611).

Untuk 10 program studi saintek dengan keketatan tertinggi yakni Teknik Informatika Universitas Padjadjaran (1,39 persen), Prodi Teknik Informatik Universitas Hasanuddin (1,71 persen), Prodi Farmasi Universitas Jenderal Soedirman (1,77 persen), Prodi Pendidikan Kedokteran Gigi Unversitas Jenderal Soedirman (1,80 persen), Prodi Farmasi Universitas Universitas Padjajaran (1,80 persen), Prodi Farmasi Universitas Syiah Kuala (1,81 persen), Prodi Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro (1,82 persen), Prodi Psikologi Universitas Padjadjaran (1,83 persen), Prodi Ilmu Gizi Universitas Jenderal Soedirman (1,86 persen), dan Prodi Keperawatan UPN “Veteran” Jakarta (1,99 persen).

Sebanyak 10 program studi soshum dengan keketatan tertinggi yakni Prodi Manajemen Universitas Negeri Jakarta (0.71 persen), Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta (1,16 persen), Prodi Akuntansi Universitas Negeri Jakarta (1,17 persen), Prodi Manajemen Universitas Padjadjaran (1,3 persen), Prodi PGSD Universitas Sriwijaya (1,32 persen), Prodi Sastra Inggris Universitas Negeri Jakarta (1,55 persen), Prodi Pariwisata UGM (1,72 persen), Prodi Manajemen Universitas Negeri Yogyakarta (1,9 persen), Prodi Ilmu Hubungan Internasional UGM (1,91 persen), dan Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Negeri Jakarta (1,92 persen). “Kami minta siswa untuk segera melakukan pendaftaran ulang di PTN tujuan.”

Peserta yang dinyatakan lulus seleksi jalur SNMPTN 2019 akan diterima di PTN dengan syarat memenuhi ketentuan sebagai berikut yakni lolos verifikasi data akademik, dan bagi peserta Bidimkisi harus lolos verifikasi terhadap data akademik dan verifikasi data ekonomi melalui dokumen dan cek fakta ke lapangan. (DE/MH/Ant)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here