Untirta Tambah Prodi Baru

Suasana pembahasan penambahan prodi baru sarjana keperawatan dan profesi perawat (ners), bersama Rektor Untirta Fatah Sulaiman beserta Dekan Fakultas Kedokteran Untirta, di Ruang Rapat Rektorat Untirta, Rabu (18/3/2020).*

SERANG, (KB).- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kembali menambah dua program studi (Prodi) baru, yakni sarjana keperawatan dan profesi perawat (ners). Penambahan itu dilakukan melalui serangkaian mekanisme berbagai komitmen pemenuhan syarat minimum akreditasi perguruan tinggi dan serangkaian proses usulan prodi selama satu tahun.

”Kami menyambut baik penambahan program studi baru tersebut. Penambahan dua prodi tersebut disetujui oleh tim evaluasi lapangan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Instrumen yang mendukung tersebut dilakukannya visitasi di lingkungan kampus Untirta seperti di D3 Keperawatan yang berada di Kepandean, kemudian Fakultas Kedokteran yang berada di Cilegon,” kata Rektor Untirta Fatah Sulaiman, di Kampus Untirta, Rabu (18/3/2020).

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Untirta Saptawati Bardosono mengatakan, pihaknya sangat optimistis dengan penambahan prodi baru tersebut. Karena peringkat akreditasi Untirta sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) akan terus naik dan diperhitungkan.

”Banten harus mandiri tidak bergantung dengan produksi dokter dan perawat dari tempat lain. Serta dapat memproduksi sumber daya manusia sendiri, karena ada kebutuhan yang lebih tinggi yakni perawat dan profesi ners,” ujarnya.

Jika sebelumnya Diploma Tiga (D III) keperawatan Untirta hanya pendidikan vokasi, sekarang sudah meningkat membuka prodi strata satu. Pada 2019 saat Fakultas Kedokteran Untirta berdiri hanya ada tiga prodi yakni pendidikan dokter, gizi, ilmu keolahragaan dan prodi D3 keperawatan yang alih status ke Untirta dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Serang.

”Pada penerimaan mahasiswa baru kami berharap kedua prodi tersebut bisa masuk jalur seleksi, menunggu surat resmi izin operasional dari Direktorat Pendidikan Tinggi Vokasi dan profesi. Jika tidak kami akan menunggu hingga tahun depan sampai surat izin operasional pendirian prodi tersebut resmi dibuka,” katanya. (DE/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here