Selasa, 25 September 2018

Untirta Siapkan Pendirian Program Studi S1-Gizi

SERANG, (KB).- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melakukan persiapan pengusulan program studi (prodi). Prodi tersebut akan dibuka pada jenjang S1 Gizi. Pendirian prodi baru tersebut untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan bidang gizi yang tinggi untuk mengatasi permasalahan bidang gizi.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Untirta, Fatah Sulaiman mengatakan, bahwa pendirian prodi Gizi, Kesehatan Masyarakat, dan Kedokteran Untirta merupakan cita-cita civitas akademika Untirta dan didukung penuh juga oleh pemerintah daerah yang ada di Provinsi Banten. “Prodi baru ini tentunya untuk menghasilkan tenaga profesi gizi yang berintegritas tinggi terhadap kepentingan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi penanganan gizi, dapat menambah keilmuan, dan motivasi untuk menyempurnakan borang pendirian prodi S1,” katanya.

Ia menuturkan, pendirian program studi baru tersebut dapat menghasilkan sarjana gizi yang profesional, untuk memahami, menjelaskan, dan merumuskan cara penyelesaian masalah gizi. Para lulusan juga diharapkan bisa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang gizi.

“Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat Provinsi Banten dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan khususnya di Provinsi Banten. Persiapan prodi S1 Gizi tersebut dapat mencetak lulusan yang ahli di bidang gizi dan juga dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan masalah baik kekurangan gizi dan asupan gizi yang baik untuk tumbuh kembang,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kolegium Ahli Gizi Indonesia, Dr Trina Astuti, MPS menuturkan, kegiatan menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan proses pendirian prodi S1 Gizi. Hal penting yang perlu dicatat, bahwa seorang ahli gizi diharapkan dapat mendokumentasikan pekerjaannya. ”Ahli gizi seharusnya mendokumentasikan pekerjaannya baik dalam bentuk artikel, jurnal atau karya ilmiah lainnya, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” ucapnya.

Ia memberikan motivasi kepada tim pendirian Prodi Gizi Untirta.
“Ahli gizi seharusnya mendokumentasikan pekerjaannya baik dalam bentuk artikel, jurnal atau karya ilmiah lainnya, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” tuturnya. Acara tersebut dihadiri Dr Trina Astuti, MPS selaku Sekretaris Kolegium Ahli Gizi Indonesia. Peserta kegiatan berasal dari beberapa kalangan, di antaranya tim pendirian Prodi Gizi Untirta, perwakilan dari Dinas Kesehatan, Prodi Keperawatan Untirta, serta dari perwakilan dari beberapa Puskesmas yang berada di Provinsi Banten.(DE)***


Sekilas Info

SMP Terpadu AL Qudwah Resmikan Saung Literasi

LEBAK, (KB).- Untuk memfasilitasi semangat literasi siswa, SMP Terpadu Al Qudwah Lebak meresmikan Saung Literasi, Senin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *