Untirta Raih Akreditasi A

SERANG, (KB).- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) meraih akreditasi A dari program akselerasi akreditasi perguruan tinggi (APT) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Sebelumnya Untirta mengajukan akreditasi pada 10 September 2018 , kemudian diumumkan dengan nilai 316 dari peringkat akreditasi nilai A (Sangat Baik), Rabu (12/12/2018).

Rektor Untirta Sholeh Hidayat mengatakan, proses akreditasi yang melibatkan berbagai unsur tersebut, dilakukan selama 10 hari mulai yakni 3 -12 Desember 2018 oleh tim asesor. “Alhamdulillah sudah diumumkan, bahwa akreditasi APT mendapat peringkat A atau Unggul,” kata Sholeh kepada Kabar Banten, Rabu (12/12/2018).

Ia menjelaskan, sebelumnya Untirta terakreditasi B yang diproses pada tahun 2015. Untirta termasuk cepat, karena masuk program akselerasi peningkatan akreditasi dari Kemenristekdikti. “Seharusnya 2020 nanti untuk mendapatkan akreditasi tersebut, di tahun 2017 kami diperintahkan untuk menyiapkan akreditasi kembali oleh Kemenristek, ini artinya mereka percaya kepada kami,” ujarnya.

Menurutnya, ini merupakan keberhasilan bersama, terutama tim akreditasi yang mempersiapkannya. Kemudian, didukung oleh seluruh warga Untirta, dosen, tenaga pendidikan, hingga bagian kebersihan. “Saya merasa bangga dan haru. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Ini perlu disyukuri ternyata kebersamaan membuahkan hasil,” ucapnya.

Ia mengatakan, ada tujuh aspek yang menjadi penilaian oleh tim asesor, di antaranya terkait dengan visi dan misi. Program dari setiap institusi seperti bidang kemahasiswaan, selanjutnya sistem penjaminan mutu, sistem tata kelola, alumni, kerja sama, prestasi-prestasi di bidang kemahasiswaan, termasuk daya saing di bidang non akademik.

“Dominan dipenilaian, sistem layanan, evaluasi visi dan misi, monev periodik dan sistem penjaminan mutu berdasarkan SOP (Standar Operasional) yang menjadi pedoman bagi semua civitas,” tuturnya.

Ia berharap, seluruh civitas akademik mampu mempertahankan raihan akreditasi itu, bahkan harus meningkatkannya. “Terus berupaya untuk meningkatkan penjamin mutu baik, akademik maupun non akademik. Termasuk jurnal internasional harus bertambah jumlahnya,” katanya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here