Untirta Persiapkan PMB Mandiri Fakultas Kedokteran

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melaksanakan rapat persiapan Penerimaan Mahasiswa Baru pada jalur Mandiri, di Ruang Rapat Rektor Untirta, Selasa (21/5/2019).*

SERANG, (KB).- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) melaksanakan rapat persiapan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) pada jalur Mandiri, di Ruang Rapat Rektor Untirta, Selasa (21/5/2019).

Koordinator Pengampu Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Saptawati Bardosono mengatakan, pihaknya melakukan koordinasi untuk seleksi penerimaan mahasiswa baru, tahun ini akan menerima 50 mahasiswa baru angkatan pertama.

“Kita sudah koordinasi sebisa mungkin punya keterwakilan masing-masing dari 8 kabupaten dan kota di Provinsi Banten,” kata Saptawati kepada Kabar Banten.

Ia menjelaskan, pada penerimaan jalur mandiri Fakultas Kedokteran Untirta, pihak Untirta yang akan menyiapkan seleksi awal pada 10-15 Juni mendatang. Pada saat itu sudah bisa terseleksi jumlah peminat calon mahasiswa Fakultas Kedokteran.

“Nantinya akan diseleksi dari persyaratan administrasinya, sehingga pada 19 Juli mendatang mereka dapat mengikuti tes tulis secara serentak. Kemudian pada hari yang sama (19) akan umumkan siapa yang lulus, selanjutnya dapat mengikuti ujian tes selanjutnya untuk diinterview. Untuk menjadi dokter itu memerlukan kesiapan,” tuturnya.

Ia mengatakan, pada ujian tulis nanti soal-soal dari Universitas Indonesia. Serta akan memberikan pengayaan soal bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang nanti sangat dibutuhkan oleh mahasiswa kedokteran.

“Fakultas Kedokteran Untirta, walaupun baru pertama tetapi bisa segera sama kualitasnya dengan Fakultas Kedokteran yang ada di Indonesia yakni Fakultas Kedokteran negeri. Kami dari FK UI dengan senang hati ingin membantu untuk menjaga kualitas tersebut. Lima tahun ke depan masih dibimbing walaupun perlahan akan dilepaskan dan sepenuhnya FK Untirta dapat berjalan sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan Universitas Indonesia Andon Hesdiantoro mengatakan, peran dari FK UI merupakan sebagai pendamping sekaligus pembina. Karena harapannya mutu merupakan nomor satu.

“Dalam lima tahun kita akan menghasilkan sarjana kedokteran yang bermutu baik, kemudian mereka akan masuk ke klinik, dan lulus dokternya harus segera menjadi dokter-dokter yang sejajar dengan dokter-dokter lulusan FK negeri lainnya, walaupun yang termuda bukan berarti yang terburuk jadi harus berkualitas baik,” tuturnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Untirta Fatah Sulaiman mengatakan, pihaknya berkomitmen dari proses seleksi sampai lulusan harus berkualitas, jadi tentu tidak akan asal-asalan dalam menerima mahasiswa baru. “Dalam lima tahun nanti sudah bisa dikelola oleh Untirta secara mandiri,” tuturnya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here