Untirta Kukuhkan Guru Besar Fisika Kalimatologi

Rektor Untirta Sholeh Hidyat memberikan sambutan pengukuhan guru besar, di Auditorium Untirta, Rabu (10/7/2019).*

SERANG, (KB).- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mengukuhkan Yayat Ruhiat sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Fisika Kalimatologi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP). Pengukuhan tersebut, dilaksanakan pada Sidang Senat Terbuka, di Auditorium Untirta, Rabu (10/7/2019).

Yayat Ruhiat menyelesaikan pendidikan S1 di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) di bidang Pendidikan Fisika, S2 di Universitas Indonesia (UI) Fisika Murni, serta S3 di Institut Pertanian Bogor (IPB) Klimatologi Terapan.

Keseriusan Yayat dalam bidang fisika mengantarkannya meraih penghargaan Setya Lencana dari Presiden Republik Indoensia (RI) 2014 lalu dan Penerima Hak Kekayaan Intelektual (HKI)/Paten. Pada pengukuhan tersebut, Yayat Ruhiat menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Etimasi Daerah Tercemar Udara dengan Persamaan Difusi dan Konveksi”.

“Setelah pengukuhan ini, saya akan melakukan riset dan tetap pada bidang udara, konsen di bidang kualitas udara di lingkungan industri. Saya akan kembangkan persamaan difusi dan konveksi hingga tuntas, persamaan gelombang akan saya terapkan untuk deteksi daerah tercemar atau tidak,” katanya kepada Kabar Banten.

Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Sholeh Hidayat (kiri) bersama Guru besar Yayat Ruhiat (tengah) dan Ketua Senat Untirta Fatah Sulaiman (kanan) seusai acara pengukuhan Guru Besar, di Auditorium Untirta, Rabu (10/7/2019).*

Ia menuturkan, pada pengukuhan tersebut, riset dan penelitian semakin maju serta bidang ilmu fisika banyak diminati, karena di kalangan pelajar masih kurang untuk menyukai. “Yang saya sedang pikirkan rumus-rumus menjadi bahasa yang enak, sehingga mahasiswa kami enak untuk mempelajari fisika,” ujarnya.

Rektor Untirta Sholeh Hidayat mengatakan, pengukuhuan guru besar tersebut, dapat mengispirasi dan memotivasi kepada rekan-rekan yang lain, ada 4-6 orang yang berpotensi untuk menjadi guru besar setalah melakukan penilaian.

“Untirta mempunyai 13 guru besar, namun saat ini hanya ada 11 guru besar yang aktif, karena 2 orang guru besar tersebut sudah meninggal. Saya berharap, pengukuhuan tersebut dapat memotivasi yang lain dan semakin bertamah jumlahnya. Guru besar yang lahir di Untirta, yakni saya pertama dan Prof Yayat ke-11,” tuturnya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here