Senin, 10 Desember 2018

Untirta Jadi Tempat Uji Kompetensi Profesi Pertanian

SERANG, (KB).- Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) akan menjadi penyelenggara uji kompetensi profesi bidang pertanian. Kedatangan lembaga sertifikasi ke Untirta selama 3 hari sejak Selasa hingga Kamis (20-22/2/2018) untuk menunjang operasional uji kompetensi di Untirta.

Dekan Fakultas Pertanian (Faperta), Nurmayulis mengatakan, persiapan pendirian tempat uji kompetensi (TUK) tersebut sudah dilakukan sejak 2016. Fakultasnya pernah menjadi tempat uji sertifikasi sementara dari Kementerian Pertanian. Selama sertifikasi direncanakan akan meliputi pertanian, perkebunan, pengolahan hasil pertanian, dan perikanan.

“Kami telah mempersiapkan segala sesuatunya, baik sarana maupun prasarana untuk menunjang penyelenggaraan uji kompetensi. Terwujudnya Faperta menjadi tempat uji kompetensi dan mewujudkan sertifikasi pendamping ijazah bagi alumni Faperta. Ini merupakan salah satu kontrak kerja antara dekan dengan rektor,” katanya kepada Kabar Banten, Rabu (21/2/2018).

Ia menuturkan, terdapat 6 skema uji kompetensi yang dapat disertifikasi, yakni kompetensi pertanian, kompetensi unggas, kompetensi budidaya tanaman, kompetensi bunga, dan kompetensi fasilitastor pertanian organik. Uji kompetensi tersebut sangat membantu untuk mahasiswa bekal ketika nanti lulus bisa bekerja sesuai dengan keahlian yang dimilikinya atau nanti bisa menjadi seorang pengusaha di bidang pertanian.

“Dari skema uji kompetensi tersebut, kami melakukan sertifikasi pada kompetensi pertanian. Uji kompetensi ini sangat penting bagi mahasiswa menjadikan bekal penting, agar bisa terjun di dunia kerja, karena telah memiliki kualifikasi yang tersertifikasi. Dunia kerja yang mengglobal ini menuntut setiap orang memiliki keahlian, namun tidak semua orang memiliki sertifikat pengakuan sebagai bukti keahliannya tersebut. Alhamdulilah, untuk saat ini sebanyak 5 persen para alumni Faperta sudah mempunyai sertifikasi pendamping ijazah dan beliau optimistis di waktu yang akan datang Faperta juga akan memiliki tempat uji kompetensi sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Auditor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Nasional, Bambang Tri Wibowo menuturkan, uji kompetensi pertanian tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa, untuk bisa menjadi tempat uji kompetensi dan perlengkapan dokumen-dokumen.

“Kegiatan yang dilaksankan selama tiga hari ini untuk memverifikasi kelengkapan dokumen. Fasilitas sumber daya manusia (assesor) yang menjadi penunjang oprasional tempat uji kompetensi. Dengan perlengakapn tersebut, kampus bisa melaksanakan TUK bagi mahasiswa atau petani yang ingin memiliki sertifikat. Mahasiswa tak perlu bingung lagi mencari atau melamar pekerjaan, karena sudah memiliki sertifikat yang menyatakan, bahwa mahasiswa ahli di bidang pertanian yang diakui secara nasional,” tuturnya. (DE)***


Sekilas Info

Perkuat Kemampuan Bahasa Inggris, Siswa SMAT Al-Qudwah Belajar ke Kampung Inggris

Menguasai Bahasa Inggris sangat penting sebagai sarana memahami ilmu pengetahuan dan sarana komunikasi. Bahasa Inggris …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *