Untirta Diharapkan Buat Sertifikat Halal

Pemateri Wengine University Belanda Hana Schebesta saat memberikan materi hukum perdagangan Internasional, pada seminar internasional makanan halal yang diselenggarakan Fakultas Hukum Untirta, di salah satu hotel di Kota Serang, Kamis (10/10/2019).*

SERANG, (KB).- Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar seminar internasional “Food Security Oportunities And Chalange For Regulating Food And Agriculture Product”, di salah satu hotel di Kota Serang, Kamis (10/10/2019). Dari kegiatan itu, Untirta diharapkan dapat membuat sertifikat halal.

Wakil Rektor Bidang Kerja sama, Perencanaan dan Humas Untirta Kartina mengatakan, pihaknya akan membuat payung hukum tentang Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA), terkait kerja sama di bidang penelitian, publikasi bersama untuk memperkuat Center Of Exellent (Food Security) Untirta. Salah satu langkah Untirta untuk memperkuat tentang ketahanan pangan yakni halal food bersertifikat halal.

“Penting bagi kami di Banten yang mayoritas muslim, sehingga itu akan memperkuat juga pelaksanaan ke depan. Bisa diimplementasikan terkait dengan Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan Teknologi (PUI), tentang makanan lokal yang sumber daya lokalnya ada di Banten,” kata Kartina.

Dekan Fakultas Hukum Untirta Aan Asphianto mengatakan, ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhnya kebutuhan pangan bagi kehidupan manusia. Ketahanan pangan harus memenuhi ketersediaannya akses pangan.

“Kami berharap membuat payung hukum terkait produk makanan halal. Hal tersebut penting karena mayoritas masyarakat Islam,” ujarnya.

Pemateri Wengine University Belanda Hana Schebesta berharap, ke depan secara personal dan kelembagaan dapat menjalin kerja sama dengan Untirta. Hal itu salah satu bentuk kerja sama di sektor akademisi, untuk membagi pengalaman dan pengetahuan terkait hukum perdagangan internasional terutama untuk produk halal.

“Ke depan kami dapat menjalin kerja sama baik di bidang penelitian ataupun bertukar pikiran terkait hukum perdagangan Internasional,” tuturnya. (DE/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here