Untirta Buat Skema PMB Kedokteran

SERANG, (KB).- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) akan membuat skema Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk Fakultas Kedokteran, melalui jalur mandiri sebanyak 50 orang. Terdiri dari 10 orang untuk seleksi umum dan 40 orang ditawarkan kerja sama dengan kabupaten dan kota di Banten. Hal tersebut diungkapkan Rektor Sholeh Hidayat, saat ditemui di Ruang Rektorat Untirta, Selasa (14/5/2019).

“Calon mahasiswa tersebut akan mengikuti seleksi yang diutus oleh kabupaten dan kota masing-masing 5 orang. Seleksi untuk masuk Fakultas Kedokteran tersebut akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten dan kota selama lima tahun,” kata Sholeh kepada Kabar Banten.

Ia menjelaskan, walaupun belum diturunkan Surat Keputusan (SK) rektor, tetapi biaya kuliah per semester tersebut diperkirakan mencapai Rp 15-25 juta. Artinya per tahun antara Rp 30-50 juta ditambah pengembangan institusi Rp 125-150 juta. Hal itu akan ditawarkan kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) selama minimal lima tahun.

“Sehingga tersedianya kesempatan tersebut lulusan Untirta dapat mengisi pusat-pusat kesehatan masyarakat, yakni rumah sakit dan puskesmas, sumber daya kesehatan yang relatif. Dokter-dokter tersebut yang memang atas hasil kerja sama, misalnya dari daerah seperti Lebak dan Pandeglang yang dibiayai dengan perjanjian. Setelah selesai harus kembali mengabdi di daerah sambil menunggu pengangkatan,” ujarnya.

Ia menuturkan, diharapkan nanti puskesmas-puskesmas yang membutuhkan dokter dapat teratasi, seperti pelayanan kesehatan masyarakat di Banten dapat meningkat. Serta kesadaran kesehatan masyarakat juga meningkat. Kemudian masalah stunting, gizi buruk, dan angka kematian dapat menurun dengan adanya dokter. Hal itu merupakan hasil kerja sama dokter yang akan menetap didaerahnya masing-masing.

“Tetapi jika tahun ini kabupaten dan kota tersebut belum bisa menganggarkan APBD tidak apa-apa, kami akan menambah kuota tersebut untuk yang 10 orang serta dapat diikuti oleh siapapun. Artinya kami tetap memberikan kesempatan kepada 8 kabupaten dan kota untuk membiayai 5 orang dari seleksi terbaik asal daerah tersebut,” tuturnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten, untuk mengirimkan lulusan SMA/MA terbaik untuk diseleksi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI).

“Sehingga kami mendapatkan input bahwa lulusan Kedokteran Untirta sama dengan Kedokteran UI. Cita-cita mulia kami untuk mendirikan Fakultas Kedokteran tersebut tidak asal-asalan,” katanya.

Seleksi mandiri

Ia mengatakan, pada penerimaan Fakultas Kedokteran Untirta tersebut, pihaknya mengakomodasi utusan-utusan daerah. Jadi pendaftaran akan mengikuti Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) karena jalur mandiri tersebut yang memungkinkan.

“Pembukaannya pada bulan Juni-Juli, nanti akan berkoordinasi dengan UI tentang seleksi tesnya. Kalau jadwal seleksi mandiri Badan Kerja sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat pelaksanaan tesnya 18-20 Juli. Mudah-mudahan nanti sesuai, sehingga dapat bersamaan seleksinya tersebut,” ujarnya.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak percaya mengenai pemberitaan tentang biaya di Fakultas Kedokteran Untirta karena masih dalam kisaran ataupun pembahasan dengan UI.

“Saya sebagai rektor juga meminta pendapat dari rekan-rekan universitas yang sudah memiliki Fakultas Kedokteran yang baru-baru ini mendirikan, seperti uang kuliah yakni sekitar Rp 15-25 juta, dan hal tersebut masih dalam pembahasan,” tuturnya.

Ia mengatakan, pihaknya sangat bersyukur, masyarakat sangat antusias dengan berdirinya Fakultas Kedokteran Untirta. Masyarakat Banten memang banyak yang kuliah ke luar, apalagi Fakultas Kedokteran tersebut bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UI yang sudah standar nasional bahkan internasional agar dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Sambutannya sangat antusias dengan berdirinya Fakultas Kedokteran tersebut. Sekali lagi saya meminta agar masyarakat jangan percaya dengan berita-berita tidak benar di luar sana jika bukan bersumber dari Rektor Untirta ataupun dari Web Resmi Untira.ac.id,” katanya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here