Unsera Segera Bentuk Studi Anti Korupsi

SERANG, (KB).- Universitas Serang Raya (Unsera) akan meluncurkan bidang studi Pendidikan dan Pusat Studi Anti Korupsi, Maret mendatang yang akan masuk dalam Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Ilmu Hukum (FISIPkum). Hal tersebut disampaikan Dekan FISIPkum Unsera Delly Maulana, di Aula Unsera, Rabu (23/1/2019).

“Jadi yang pertama akan membuat lembaga kajian dan akademik anti korupsi. Kami akan masukan dalam mata kuliah pilihan, agar mahasiswa paham untuk tidak melakukan tindakan korupsi ataupun melakukan indikasi korupsi,” kata Delly kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, pihaknya akan menerapkan bidang studi tersebut di semua Program studi (Prodi) di FISIPkum. “Insya Allah kami akan menggandeng Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK). Kami akan undang Ketua KPK Agus Rahardjo dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristerkdikti) M. Nasir, mengajukan supaya menjadi mata kuliah pendidikan anti korupsi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya bersama Indonesia Corrupption Watch (ICW) menjalin kerja sama. Kerja sama yang nyata, sehingga ingin mengadakan pendidikan anti korupsi di kampus. “Jadi mahasiswa yang akan mengikuti perkuliahan tersebut sistemnya online. Pada perkuliahan tersebut juga ada ujiannya. Selain itu, mahasiswa juga akan mendapatkan sertifikat khusus dan mendapatkan ijazah dari kami dan ICW,” tuturnya.

Ia meminta kepada setiap organisasi kemahasiswaan yang membuat kegiatan itu betul-betul harus yang baik. Tidak hanya sekadar melaksanakan kewajiban, melainkan setiap kegiatan tersebut sudah ada anggaran. Sehingga harus memberikan kontribusi yang positif terhadap semua mahasiswa. “Jangan hanya melaksanakan kewajiban, tapi betul-betul bisa diaktualisasikan. Anggaran tersebut punya mahasiswa jadi harus betul-betul dipertanggungjawabkan,” katanya.

Ia mengatakan, ke depan kalau sudah menjadi pusat pendidikan anti korupsi, nanti jadi bagian avokasi Unsera. Avokasi anak-anak muda untuk tidak melakukan korupsi. “Pendidikan anti korupsi bagi mahasiswa sangat penting. Saat ini kondisi mahasiswa cenderung tidak peduli, sibuk sendiri. Sekarang gerakan-gerakan mahasiswa sepi, makanya kami akan membangkitkan kembali agar mereka peduli,” katanya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here