Uniba Siapkan Pusat Pengembangan Bahasa

SERANG, (KB).- Universitas Bina Bangsa (Uniba) akan membuka Pusat Pengembangan Bahasa untuk menghadapi Era Industri 4.0, serta meningkatkan kompetensi dan keterampilan berbahasa. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Bahasa Uniba Dewi Surani, di ruang kerjanya, Senin (4/3/2019).

“Di Uniba mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti tes TOEFL pada semester tujuh. Ke depannya tidak hanya pelayanan tes TOEFL saja, tetapi ada pengembangan-pengembangan bahasa lainnya,” kata Dewi kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, tes TOEFL dilaksanakan pada semester tujuh karena tes tersebut ada masa berlakunya yakni dua tahun untuk menjangkau skor minimal 450.

“Untuk bisa menjangkau skor tersebut, harus ada persiapan-persiapan. Pelaksanaan TOEFL sendiri belum bisa dilaksanakan secara mandiri. Oleh sebab itu, kami melakukan studi banding ke dua kampus di Bandung,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya melakukan kunjungan ke Bandung tersebut untuk menjadikan referensi dalam pengembangan bahasa di Uniba.

“Pengembangan bahasa tersebut seperti tes TOEFL, belajar sebelum tes. Kemudian, meningkatkan kemampuan menulis itu biasanya untuk mereka-mereka yang melakukan penelitian-penelitian, dan nanti kami juga ada terjemahan seperti abstrak yang ingin diubah menjadi bahasa Inggris,” ucapnya.

Ia menjelaskan, selain pengembangan bahasa, nanti di Pusat Bahasa Uniba juga ada untuk mengembangkan kemampuan dalam berbahasa Inggris. Misalnya seseorang mempunyai manuskrip karya ilmiah tidak menjadi pemateri terkendala komunikasi.

“Pengembangan bahasa itu yang akan diterapkan di Uniba, yakni membantu siapapun yang ingin belajar untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris,” tuturnya. (DE)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here