Ungkap Kebutuhan Anggaran 2020, KONI Banten ”Curhat” ke Ketua DPRD

KETUA DPRD Banten Andra Soni (tengah) saat beraudiensi dengan KONI Banten.*

SERANG, (KB).- Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) Banten mengungkapkan kebutuhan anggaran untuk tahun 2020, karena Banten akan menjadi peserta pada Pekan Olah raga Nasional (PON) XX Papua 2020. Hal tersebut mereka ungkapkan saat menggelar audiensi dengan Ketua DPRD Banten Andra Soni, di Ruang Rapat Ketua DPRD Banten.

Berdasarkan pantauan Kabar Banten di lokasi, rombongan KONI Banten tiba di DPRD Banten sekitar pukul 08.00 WIB, yang langsung diterima oleh Ketua DPRD Banten Andra Soni. Dalam pertemuan tersebut, Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo secara langsung memaparkan kebutuhan anggaran KONI Banten di tahun 2020.

Kebutuhan anggaran KONI Banten tersebut di antaranya Belanja Bantuan Pembinaan dan Penyelenggaraan Keolahragaan sebesar Rp 11.674 miliar, lalu Belanja Penyelenggaraan Pelatda PON XX 2020 Papua sebesar Rp 35.990 miliar, dan Belanja Pelaksanaan PON XX Papua dan Penghargaan Rp 67 miliar.

Sisanya yakni belanja rutin sebesar Rp 5.626 miliar, lalu Belanja Kegiatan KONI sebesar Rp 1.5 miliar, dan Belanja Modal sebesar Rp 220 juta. Oleh karena itu, Rumiah mengaku pihaknya mengajukan anggaran dana hibah Pemprov Banten untuk tahun 2020 sebesar Rp 122 miliar. Mengingat kebutuhan anggaran untuk keikutsertaan pada pelaksanaan PON di Papua tidak sedikit.

“Dalam pertemuan ini kami ingin memberikan gambaran tentang program dan anggaran KONI Banten khususnya untuk pelaksanaan Pelatda dan keikutsertaan pada PON XX Papua. Banten pada pertama kali keikutsertaan di PON menduduki peringkat 20 di PON Sumsel, kemudian di Kaltim peringkat 22, lalu di PON Riau menempati peringkat 21. Kemudian di Jawa Barat kami meningkat diposisi 13. Lalu di Papua nanti, kami dibebankan target menempati peringkat 10 besar,” ujarnya dalam pemaparan.

Ia mengatakan, tahun ini KONI Banten menerima anggaran sebesar Rp 45 miliar, yang digunakan untuk keperluan keikutsertaan Banten pada babak prakualifikasi PON di sejumlah daerah. Hasilnya sejumlah cabor telah dipastikan lolos ke PON, di antaranya wushu, bola basket, woodball, balap sepeda, softball, baseball, sepak takraw, tenis lapangan, biliar, terbang layang, paralayang, gantole, hoki indoor, balap motor, sepatu roda, tinju, panjat tebing, taekwondo, dan layar.

“Maka dari itu, mengingat kebutuhan anggaran untuk ke Papua sangat besar, khususnya untuk biaya transportasi dan akomodasi. Kami memohon bantuan dari DPRD Banten untuk membantu anggaran KONI Banten yang akan berjuang mengharumkan nama Banten di PON XX Papua,” ujar mantan Kapolda Banten itu.

Sementara itu, Ketua DPRD Banten Andra Soni mengatakan, audiensi tersebut terkait persiapan kontingen Banten dalam kegiatan olah raga untuk 2020, salah satunya adalah kesiapan program KONI Banten terkait PON 2020 di Papua.

“Mereka menyampaikan banyak hal terkait program-program dan terkait rencana anggaran, serta meminta dukungan DPRD Banten agar Provinsi Banten di PON 2020 bisa mencapai target 20 besar,” ucapnya.

Politisi Partai Gerindra tersebut mengatakan, pihaknya sebagai bagian dari penyelenggara pemerintah daerah berharap agar kontingen Banten bisa meraih prestasi terbaik di PON. Nah prestasi itu tidak bisa instan, salah satunya pembinaan.

“Saya percaya pembinaan itu sudah dilakukan selama ini, salah satunya kami juga dalam waktu dekat akan memiliki sport center sendiri. Sehingga kami berharap Pemprov Banten bisa mengoptimalkan dukungan kepada KONI untuk mengikuti PON di Papua. Saya pun mendengar sudah banyak cabor yang meloloskan tim maupun perseorangan di PON,” tuturnya. (YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here