Selasa, 20 November 2018

Undang Para Hafiz, Untirta Banjir Dukungan

SERANG, (KB).- Kebijakan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) memberikan beasiswa kepada para hafiz mengundang pujian dan dukungan sejumlah kalangan. “Terobosan Untirta ini bisa menggairahkan para remaja untuk dekat dengan Alquran,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Bantani Dalung Kota Serang, Muhammad Shodiqin, kepada kabar banten, Rabu (22/11/2017) pagi.

Menurut Shodikin, Untirta telah dua tahun terakhir mengundang para  hafiz untuk mendaftar ke perguruan tinggi tersebut. Undangan disampaikan ke pesantren-pesantren. “Akan tetapi memang, ajakan itu belum mendapat sambutan antusias dari pesantren. Mungkin, karena mencari hafiz itu masih sulit,” katanya. Ia yakin, ajakan Untirta tersebut akan semakin menggairahkan para santri menghafal Alquran. Jika gairah itu sudah tumbuh, Banten akan dipenuhi oleh remaja atau pelajar yang hafal Alquran.

Dukungan serupa dikemukakan Pengasuh Pesantren Alquran Al Khoziny Pandeglang, KH. Khozinil Asror. Menurutnya, program Untirta tersebut bukan hanya sejalan dengan slogan Provinsi Banten iman takwa, namun juga sangat mendukung dakwah Islam. “Saya sangat berharap, langkah Untirta ini diikuti oleh perguruan tinggi lain di Banten. Saya sangat mendukung. Saya piker, tidak ada satu orang pun di Banten yang akan menolak program mulia tersebut,” katanya.

Tokoh Banten H. Embay Mulya Syarief menilai program Untirta tersebut sangat selaras dengan perjuangan dakwah tentang perlunya melahirkan para hafiz yang intelek dan mampu berkiprah di tengah-tengah masyarakat. “Para hafiz itu memiliki kecerdasan yang sangat baik. Insya Allah para hafiz juga akan meraih predikat kelulusan terbaik,” katanya.

Kabid Madrasah pada Kanwil Kemenag Banten, Mahfuddin mengaku sangat mengapresiasi terobosan Unturta. Hal itu dinilainya sesuai dengan kultur ke- Banten-an serta moto iman dan takwa. “Program Untirta tersebut akan  mengangkat derajat kaum sarungan atau santri. Mereka sangat berpotensi untuk maju jika diberi ruang,” kata Mahfuddin.

Dukungan juga disampaikan Ketua Yayasan Al Bahru Ahmad Taufik Nuriman. Menurutnya, dengan terobosan tersebut, Untirta telah membuktikan dirinya sebagai kampus yang islami. “Harus didukung,” katanya. Sebelumnya, Rektor Untirta Prof. Sholeh Hidayat mengajak para  santri yang hafal Alquran minimal 15 juz untuk mendaftar di kampus yang dipimpinnya. “Bagi siswa lulusan SMA/SMK/MA yang hapal Alquran 30 juz atau minimal 15 juz, daftar saja ke Untirta,” kata Rektor Untirta Prof. Sholeh Hidayat, Jumat (3/11/2017).

Selain dipastikan akan lulus seleksi masuk, para hafiz juga akan mendapat berbagai keistimewaan atau fasilitas khusus. Antara lain, difasilitasi mendapat beasiswa penuh melalui program bidikmisi. Selain itu, mereka juga boleh memilih fakultas dan jurusan yang sesuai dengan program studi di sekolah asal. Dikatakannya, kebijakan tersebut merupakan salah satu komitmen Untirta untuk mewujudkan visi Provinsi Banten iman takwa dan guna membangun generasi muslim berwawasan Alquran. Penegasan Prof. Sholeh sekaligus menjawab harapan sejumlah hafiz di Banten yang ingin mendapat beasiswa di perguruan tinggi.

Hal itu antara lain mencuat dalam dialog antara sejumlah pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) dengan para santri di Pesantren Tahfiz Irhamna Bil Quran di Kampung/Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang, Kamis (2/11/2017). Fawaz, salah seorang santri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz dalam 6 bulan, bertanya tentang peluang para hafiz mendapat beasiswa pada perguruan tinggi di Banten. “Apakah ada kebijakan di perguruan tinggi untuk memberi beasiswa kepada mahasiswa yang hafal Alquran,” tanya Fawaz kepada Ketua LPTQ Banten, Prof. Syibli Syarjaya. Pertanyaan serupa juga diajukan Ghea Karisma, santri asal Bekasi. Ghea yang mengantongi ijazah Paket C bertanya tentang peluang dirinya diterima di perguruan tinggi negeri (PTN).

Menjawab dua pertanyaan tersebut, Prof Syibli menyarankan para santri agar lebih rajin belajar. “Kalian sedang berada pada usia emas. Manfaatkan kesempatan ini untuk rajin belajar,” kata mantan Rektor IAIN “SMHB” Serang. Ia memastikan, para santri yang hafal Alquran akan mendapat banyak kemudahan di masa depan, baik ketika ingin masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi maupun ketika mencari pekerjaan. “Kuncinya, manfaatkan masa pendidikan di pesantren ini dengan rajin belajar dan menuruti semua nasihat para ustaz,” katanya. (SY)***


Sekilas Info

Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi 3.0

Sistem pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari jalur akademik melahirkan sarjana sampai doktoral, jalur vokasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *