UNBK SMK di Provinsi Banten, Disdikbud Siapkan 1.137 Server

SERANG, (KB).- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten menyiapkan 1.137 server, pada pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang telah dimulai sejak Senin-Kamis 25-28 Maret 2019.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Helpdeks UNBK Disdikbud Banten Bagus Pantoe Aryanto. Ia mengatakan, pelaksanaan UNBK hari pertama diikuti 679 sekolah, dengan sekolah mandiri 616, dan numpang 63 sekolah. Kendala saat UNBK terjadi di SMKN 4 Kota Serang terjadi korslet listrik dan Pandeglang juga Balaraja terjadi pemadaman listrik.

“Untuk SMK menyiapkan 1.137 server, dan setiap sekolah mempunyai satu cadangan server. Untuk kendala di SMKN 4 sudah teratasi dan berjalan dengan lancar. Kami juga kemarin mendapatkan surat dari Pandeglang akan terjadi pemadaman listrik, padahal kami sudah memberi tahu pihak PLN agar tidak terjadi pemadaman. Balaraja sempat pemadaman dan kembali normal,” kata Bagus kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, dalam proses penyelesaian kendala dalam pelaksanaan UNBK, ada tiga sistem yang dilakukan. Pertama memanfaatkan proktor dan teknisi yang sudah standby di sekolah. Jika pihak sekolah tidak bisa menyelesaikan, maka tim helpdesk pada tingkat kabupaten/kota yang menyelesaikan.

“Jika di tingkat kabupaten/kota juga tidak bisa, maka tim helpdesk provinsi yang akan mengambil upaya penyelesaian. Dalam proses penyelesaian di tiga tingkatan tersebut, kami menggunakan standar waktu paling lama 60 menit. Jika dalam waktu tersebut tidak bisa diselesaikan maka pihaknya meminta kepada peserta untuk mengikuti UNBK ulang,” ucapnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan UNBK tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni transfer respon. Hal itu merupakan metode jika mengalami permasalahan berganti komputer, berganti server cadangan maka siswa tersebut hanya tinggal melanjutkan.

“Hanya memang dengan metode seperti tahun sebelumnya kita meminta token lagi dari pusat, penggunaan transfer respon tersebut lebih efektif dibandingkan tahun sebelumnya. Siswa menggunakan server cadangan dan mengulang dari awal dan respon transfer siswa hanya melanjutkan,” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) SMKN 1 Kota Serang Cucu Suprihatin mengatakan, pelaksanaan UNBK berjalan dengan lancar dan diikuti 790 siswa. Dari 7 jurusan, dengan 8 laboratorium komputer, satu server utama, dua server cadangan semuanya milik sekolah.

“Kami berharap pelaksanaan UNBK berjalan dengan lancar dan tidak terjadi pemadaman listrik, dan siswa kami mendapatkan nilai yang terbaik, karena sebelum pelaksanaan juga sudah dilakukan simulasi dan terus memberikan motivasi juga kepada mereka,” tuturnya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here