Unbaja Gelar Pelatihan Hidroponik

SERANG, (KB).- Program Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Banten Jaya (Unbaja) mengelar pelatihan Hidroponik, Sabtu (9/3/2019). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari SLTA se-Kota Serang dan Mahasiswa Unbaja.

Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknik Lingkungan Unbaja Ade Ariesmayana dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan generasi-generasi muda yang mau berwirausaha. Lulusan Unbaja tidak harus selalu bekerja di dunia Industri saja tetapi juga dapat menjadi pengusaha dengan konsep teknopreneurship atau lainnya.

“Sebagai contoh Ryan, sebagai lulusan Unbaja yang lebih memilih menjadi pengusaha hidroponik daripada menjadi pekerja di dunia industri,” ujarnya.

Ia mengatakan, Prodi Teknik Lingkungan Unbaja sendiri bukan hanya saja membekali mahasiswa dengan hardskill tetapi juga memberikan pembekalan softskill, salah satunya mendorong mahasiswa memiliki jiwa entrepreneur. Pada prodi kami juga telah memiliki berbagai produk, tidak hanya hidroponik tetapi juga produk karboling yaitu salah satu cipta inovasi mahasiswa Unbaja yang terbuat dari minyak jelantah dan diolah menjadi pembersih.

“Mahasiswa teknik lingkungan juga telah berinovasi membuat makanan stik dari sayur-sayuran hidroponik,” ujar Ade.

Kepala bagian (kabag) kemahasiswaan Indra Gunawan mengatakan, kegiatan ini diharapkan sebagai ajang berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman agar peserta pelatihan dapat termotivasi untuk mempunyai gagasan dan ide baru dalam menyikapi Era Industri 4.0. Hal ini menuntut kita untuk selalu berinovasi dengan mencari sesuatu hal yang baru.

“Adanya pelatihan hidroponik ini, merupakan sesuatu hal baru yang dilakukan mahasiswa Teknik Lingkungan Unbaja. Saya berharap peserta yang diberikan pelatihan ini dapat mengimplementasikannya di rumah masing-masing dan saat sudah berhasil diharapkan dapat melakukan dan menemukan inovasi baru lainnya,” ujar Indra.

Sementara itu, ketua pelaksana kegiatan Irsyad mengatakan, peserta pelatihan hidroponik yang hadir kurang lebih 50 peserta yang ditargetkan untuk peserta tingkat STLA Sederajat se-Kota Serang. Tema pada kegiatan ini adalah “Pelatihan Hidroponik Berbasis Lingkungan dengan Mewujudkan Bajapreneur” dan menghadirkan salah satu alumni Unbaja tahun 2018 yang telah sukses berwirausaha, ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mengenalkan usaha hidroponik, dengan menghadirkan Ryan sebagai enterpreneur muda yang merupakan alumni Unbaja yang telah sukses berbisnis hidroponik dan untuk memberikan motivasi dan dapat mengikuti jejak Ryan menjadi pengusaha sejak dini salah satunya dengan menggeluti usaha hidroponi, ujar Irsyad.

Nara sumber pada kegiatan tersebut Ryan Syarif Hidayatullah yang juga pemilik dari Ryan Farm, dalam paparannya mengatakan, istilah hidroponik (hydroponics) pertama kali diperkenalkan pada tahun 1937 oleh Dr.William Frederick Gericke dari Universitas California, USA. Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.

“Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya sudah memiliki pelanggan tetap dari hasil produk hidroponik, baik rumah makan maupun kelompok rumah tangga dan sudah memiliki omset bulanan yang cukup menjanjikan.

“Bagi generasi muda saat ini saya berharap untuk dapat mengembangkan berbagai potensi terutama produk dan jasa yang memang dibutuhkan masyarakat,” ujar Ryan. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here