Unbaja Ajak Mahasiswa Bangun Jiwa Kesetiakawanan Sosial

SERANG, (KB).- FKIP Universitas Banten Jaya (Unbaja), mengajak mahasiswa semester 1 mata kuliah Pendidikan Karakter Bangsa untuk mengunjungi Balai Perlindungan Sosial di Dinas Sosial Provinsi Banten, Jumat (30/11/2018).

Kunjungan ke BPS Dinas Sosial Provinsi Banten tersebut dipimpin Dekan FKIP Chotibul Umam, Kepala Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa Inggris Sisca Wulansari Saputri, Kaprodi Pendidikan Akuntansi Budi Mulyati, Kaprodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Lina Marlina serta dosen mata kuliah Pendidikan Karakter Bangsa Toni Anwar Mahmud serta Alamsyah Basri.

Rombongan FKIP diterima oleh Kasi Penerimaan dan Penyaluran, Elis Rosmiyati dan Kasi TU, Lia Amalia. Pihak BPS Dinsos Banten menyambut baik kehadiran Dosen dan mahasiswa FKIP UNBAJA untuk mengunjungi BPS. Hal ini merupakan ajang silaturahmi bagi para lanjut usia (lansia) yang menjadi binaan BPS Dinas Sosial.

Dekan FKIP Unbaja, Chotibul Umam dalam sambutannya mengajak mahasiswa Unbaja untuk dapat memiliki rasa empati dan membangun kesetiakawanan sosial di masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya memiliki intelektual yang tinggi tetapi juga harus mampu memiliki dan meningkatkan kepekaan sosial, ujarnya,” katanya.

Umam juga menjelaskan tujuan dilaksanakannya kunjungan ini adalah sebagai upaya membangun kepedulian mahasiswa dan melatih memiliki kepedulian sosial yang tinggi sebagai bentuk gotong royong yang merupakan karakter Bangsa Indonesia.

Kepala seksi Tata Usaha Lia Amalia, mengapresiasi kehadiran dosen dan mahasiswa FKIP dan mengajak kepada para mahasiswa menjadi orang yang memiliki kemanfaatan bagi banyak orang, karena lansia yang ada di BPS merupakan orang-orang yang berusia di atas 60 tahun, tidak memiliki keluarga dalam arti terlantar.

Sebagaimana konsitusi mengamanatkan, kata dia, fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. Disinilah BPS dinas sosial berperan sebagai peran negara dalam melindungi dan membina pada lansia yang terlantar.

Lia menjelaskan di BPS terdapat 62 orang lansia dan 21 orang diantaranya sudah tidak memiliki kemampuan untuk mengurus dirinya, sehingga perlu perawatan yang intensif. Lia juga menyampaikan bahwa para lansia memiliki berbagai kegiatan diantaranya dalam seminggu 2 kali dilaksanakan pengajian, senam lansia serta membuat kerajinan tangan dan lain sebagainya.

Mahasiswa semester 1 Mayang mengatakan, kunjungan ke BPS ini sangatlah memberikan satu pengalaman yang sangat berharga bagi dirinya karena bisa turut merasakan bahwa setiap manusia pasti menua sehingga dari usia muda perlu mengembangkan diri dan selalu mengingat jasa-jasa orang tua yang telah bersusah payah mengurus dan membimbing dirinya, ujar mayang sambil berkaca-kaca.

Sementara Husnul Khotimah salah satu mahasiswa yang mengikuti kunjungan memeluk salah satu lansia sebagai ungkapan rasa kasih sayangnya, semoga kehadiran kami mengurangi kerinduan para lansia terhadap anak dan cucunya kata Husnul.

Selain Husnul Nurhayati, mengungkapkan sangat terharu dan untuk pertama kalinya dapat mengunjungi para lansia yang sudah tidak memiliki keluarga dan mengajak rekan-rekannya untuk dapat menjaga orang tua dan tidak menelantarkan orang tua. (DE)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here